Jumat, 20 Juli 2018

Bikin Heboh Tetangga, Pasangan Ini Nikah ala Pramuka

CILACAP, (KB).- Ada yang beda dari pernikahan Ahmad Maftuh dengan pasangannya, Miftakhul Khoiroet pada Jumat (29/6/2018). Jika pada pernikahan umumnya calon mempelai pria menggunakan pakaian pengantin, warga Kabupaten Cilacap ini menikah mengenakan seragam Pramuka lengkap. Mulai dari rumahnya hingga lokasi resepsi pernikahan, Ahmad Maftuh sebagai calon pengantin pria memakai seragam Pramuka.

Buat heboh

Karena keunikannya, pernikahan itu pun kontan membuat heboh tetangga karena pengantinnya memakai seragam Pramuka. Masyarakat makin dibuat tertarik, karena resepsi pernikahan ini diawali dengan upacara tradisi tongkat pora khas Pramuka Wijayakusuma. Para petugas upacara juga memakai seragam Pramuka.

“Ini dilakukan sebagai suatu penghormatan yang dilakukan oleh Pramuka Penegak dan Pandega Kwarcab Cilacap dalam mengantarkan sesama rekan Pramuka yang akan menempuh kehidupan baru dan melepas masa lajangnya,” kata Ahmad Maftuh.

Para pejabat, anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat umum menghadiri pernikahan tersebut. Bahkan, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Cilacap Sutarjo tampak mendampingi mempelai laki-laki. Mereka berbondong-bondong mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin ini.

Usut punya usut, ternyata keduanya adalah anggota Gerakan Pramuka. Ahmad Maftuh adalah Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Cilacap. Sementara Miftakhul Khoiroet dulunya anggota Dewan Adat Racana di Stikes Paguwarmas Maos Cilacap.

Keduanya sejak duduk di bangku SMP sama-sama aktif di Gerakan Pramuka. Bahkan, keduanya pertama kali bertemu di kegiatan Pramuka di SMP. “Dulu istri saya Wakil Ketua Dewan Kerja Ranting (DKR), saya Ketua DKR-nya. Saya di DKC, dulu istri saya aktif di Racana,” akunya.

“Karena memang istri saya ini mengakui bahwa dia anak Pramuka. Aktivis organisasi. Ada kegiatan bareng di Pramuka. Mungkin istilah dalam bahasa Jawanya, witing trisno jalaran soko kulino. Lama-lama bibit-bibit cinta itu timbul,” ungkapnya.

Bisa jadi teladan

Ia menambahkan, kedua orang tuanya sama-sama mendukung. Mereka mengaku bangga dengan apa yang mereka raih dengan aktif di Pramuka. “Karena ini salah satu organisasi yang bisa mengarahkan, mendidik saya menjadi insan yang lebih punya makna hidup,” akunya.

“Melalui pernikahan ala Pramuka ini, saya ingin menginspirasi bahwasanya menantu idaman adalah Pramuka. Di situ benar-benar membuktikan bahwa Pramuka tidak hanya nyanyi-nyanyi, bisa memberikan kontribusi akhlak, dan bisa menjadi teladan di masyarakat,” harapnya.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin ini. Ia juga mendoakan agar keduanya diberkati oleh Allah swt dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

“Ini menjadi bukti bahwa menantu idaman adalah Pramuka. Mari kita sama-sama mendoakan keduanya. Hormat saya kepada kedua orang tuanya, dan para Pembina Pramukanya,” kata pria berkumis yang hobi mendaki gunung ini.

“Jadi, jika nanti ada orang tua yang mencari pasangan untuk anaknya, tanya dulu, dia Pramuka atau bukan. Kalau Pramuka, kalian sudah separo diterima. Saya yakin semua orang tua ingin mendapatkan menantu terbaik. Saya merasakan itu karena saya juga punya anak,” pungkasnya. (KO)*


Sekilas Info

Membaca Islam di Jawa Barat

BANDUNG, (KB).- Islam sebagai agama yang dominan di Jawa Barat memiliki posisi yang menarik untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *