Bidik Fasilitas Umum, Kawasan tanpa Rokok di Kota Serang Diperluas

SERANG, (KB).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang menargetkan, perluasan kawasan tanpa rokok (KTR) di area publik di Kota Serang. Sebab, saat ini KTR yang ada di Kota Serang tidak berkembang pada fasilitas-fasilitas publik.

Sekretaris Dinkes Kota Serang, M Ikbal mengatakan, saat ini Kota Serang sudah memiliki peraturan daerah (Perda) tentang kawasan tanpa rokok. Perda tersebut mengatur kawasan terlarang merokok. Beberapa fasilitas yang terlarang untuk merokok, adalah sarana kesehatan, sarana pendidikan, sarana ibadah, dan perkantoran milik pemerintah.

“Mudah-mudahan secara bertahap kawasan tanpa rokok menyebar secara fisik ke fasilitas-fasilitas publik lain,” katanya kepada Kabar Banten di ruang kerja, Rabu (29/8/2018).

Ia menuturkan, perda tentang kawasan tanpa rokok sudah berusia 2 tahun, tetapi ekspansinya dalam menerapkan kawasan tanpa rokok masih berjalan di tempat. Sebab, kawasan tanpa rokok masih sebatas di kawasan-kawasan tertentu, seperti Puskesmas, rumah sakit, kantor pemerintah, dan sebagainya. Sementara, untuk di kawasan publik, seperti alun-alun dan tempat olah raga, seperti stadion belum.

“Untuk itu, ke depan kawasan-kawasan itu harus digarap. Kami akan coba kerja sama dengan dinas terkait guna mewujudkan itu,” ujarnya.

Ia akan melihat terlebih dahulu perkembangan penerapan aturan perdanya. Jika masyarakat merespons secara baik, menurut dia, target akan terwujud.

“Kebetulan saya juga baru di sini, jadi harus saya pelajari perdanya dulu,” ucapnya.

Jika di area publik ada kawasan tanpa rokok, tutur dia, secara alamiah akan mendorong orang tidak bersentuhan dengan rokok. Jika sudah kesulitan menemukan kawasan bebas merokok, dia meyakini, orang akan enggan merokok, bahkan akan lebih nyaman jika tidak merokok.

“Merokok menyebabkan banyak pernyakit, seperti menyebabkan kanker, gangguan kehamilan, dan janin, bahkan kematian. Tetapi, peringatan yang tertera dalam kemasan rokok itu seperti tidak bermakna bagi para perokok. Itu yang memprihatinkan,” katanya.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinkes Kota Serang, Lina Nuraeni menuturkan, pihaknya sampai saat ini terus menyosialisasikan bahaya rokok melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang merupakan Instruksi Presiden Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

“Salah satu gerakan masyarakat sehat, adalah dengan tidak merokok,” ujarnya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here