Sabtu, 20 Oktober 2018

Berwisata ke Vihara Avaloketesvara Banten

VIHARA tertua di Banten yang dibangun di Kampung Pamarican, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten sekitar tiga abad lampau menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan juga religi. Umumnya, wisatawan yang datang untuk berziarah atau beribadah (sembahyang) di vihara. Termasuk, ketika menjelang Hari Raya Imlek, vihara akan sangat ramai, khususnya masyarakat Tionghoa lokal, seperti Serang, Cilegon, Anyer, Pandeglang, Rangkasbitung, Labuan dan Tangerang.

Bahkan tak sedikit yang datang dari Jakarta atau kawasan Jabodetabek, Karawang, Cirebon dan Bandung. Sebelum berziarah ke Vihara Avaloketesvara Banten yang berada di kawasan purbakala Banten Lama ini, umumnya mereka juga ziarah ke makam raja-raja yang pernah memerintah di Kesultanan Banten, yang kemudian dilanjutkan berkunjung ke museum dan Keraton Surosowan.

Bangunan tempat ibadah masyarakat Tionghoa ini letaknya diseberang kanal Benteng Speelwijk. Bangunan monumental ini memiliki latar belakang kisah asmara antara Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) dengan Putri Ong Tien sekitar tahun 1652.

Konon menurut cerita rakyat, rombongan imigran asal daratan Tiongkok yang mau berlayar ke Tuban, Jawa Timur kehabisan perbekalan lalu mendarat di Banten. Kedatangan orang asing itu mendapat perlawanan penduduk setempat. Maka terjadilah perkelahian antara orang Cina yang dipimpin Putri Ong Tien dengan penduduk Banten. Karena kekuatan tidak berimbang, Putri Ong Tien menyerah kalah.

Ketika melihat paras Putri Ong Tien cantik dan menawan, Syarif Hidayatullah jatuh hati dan tak lama kemudian menikahi wanita tersebut. Namun, pernikahan itu menimbulkan perseteruan dikalangan pengikut Ong Tien. Separuh masuk Islam dan sebagian lagi bertahan pada agama Budha.

Menghadapi kenyataan seperti itu, Syarif Hidayatullah mengambil langkah yang bijaksana. Yaitu membangun sebuah masjid di Pacinan dan membangun sebuah vihara di Dermayon yang lokasinya berdekatan. Vihara Avaloketesvara Banten kini termasuk tempat ibadah tertua di Pulau Jawa. Semula vihara dibangun di Kampung Pamarican pada tahun 1774. (Rizki Putri)*


Sekilas Info

Desa Langensari Kelola Curug Corogol

PANDEGLANG, (KB).- Pemerintahan Desa Langensari Kecamatan Saketi mulai mengelola dan mengembangkan potensi wisata desa, salah satunya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *