Selasa, 21 Agustus 2018

Bertarung di Musda Demokrat, PPP Restui Irna

SERANG, (KB).- DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Banten merestui Bupati Pandeglang Irna Narulita bertarung dalam pemilihan Ketua DPD Demokrat Provinsi Banten. Meskipun hingga kini istri dari anggota DPR RI asal PPP Achmad Dimyati Natakusumah ini masih tercatat sebagai kader.

Sekretaris DPW PPP Banten, Iskandar, tidak dapat menghalangi keinginan Irna, karena hal itu menjadi hak pribadi. “Itu hak politik seseorang yang tidak bisa dihalangi. PPP menghormati langkah yang akan diambil Bu Irna,” katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (8/11/2017).

Namun demikian, pada dasarnya dia tetap mengharapkan agar perempuan yang juga Mantan Anggota DPR RI pada 2014 hingga 2016 ini tetap eksis dalam PPP. “Walaupun PPP berharap beliau tetap eksis di PPP,” katanya.

Ia juga berharap dalam Musda DPD Demokrat Banten nanti Irna dapat terpilih menjadi Ketua DPD Demokrat Banten untuk lima tahun ke depan. “Semoga saja yang bersangkutan terpilih sebagai Ketua DPD Demokrat Banten,” ujar pria yang juga Ketua Komisi III DPRD Banten.

Terpisah, Akademisi FISIP Untirta, Ail Muldi menilai, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya pantas memimpin Partai Demokrat Banten. Iti dipandang kader Demokrat yang terbilang populer di Provinsi Banten karena beberapa kali viral melalui video yang menunjukkan dirinya sebagai bupati responsif.

“Saya melihat sosok ideal Ketua DPD PD Banten adalah Bapak Wahidin Halim, tetapi beliau kan saat ini sedang fokus menjalankan mandat rakyat sebagai Gubernur Banten. Saya melihat Partai Demokrat di Banten belum memiliki figur yang kuat selain Wahidin Halim,” ucapnya.

Secara tidak sadar, apa yang selama ini dilakukan putri mantan Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya tersebut telah membangun citra bahwa dirinya salah satu kepala daerah muda yang mau membenahi daerahnya. “Pemimpin parpol dari kader internal menurut saya bersifat ideologis,” tuturnya.

Dengan demikian, popularitas perempuan lulus pascasarjana Fakultas Ekonomi Usakti Jakarta ini akan mampu mengangkat citra Demokrat pada Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. “Seorang imam memiliki kualifikasi tertentu, tetapi syarat utamanya adalah dia pernah menjadi seorang makmum,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Musda DPD Demokrat Banten, M. Haris Wijaya mengatakan, hingga kemarin sore pihaknya belum menentukan mekanisme pendaftarannya. Ia hanya akan terlebih dahulu rapat dengan panitia untuk menentukan mekanismenya. “Belum, baru mau kita rapatkan,” ujarnya. (SN)***


Sekilas Info

LAZ Harfa Banten Gelar Sholat Ghaib dan Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok

SERANG, (KB).- Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten menggelar sholat ghaib dan doa bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *