Bersama Kejari Pandeglang, BPJamsostek Sosialisasikan Manfaat Program dan Tertib Iuran

Suasana sosialisasi program, manfaat dan tertib iuran BPJamsostek di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pandeglang, Rabu (22/1/2020).*

PANDEGLANG, (KB).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Utama Serang bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pandeglang, mengundang 67 perusahaan di Pandeglang untuk menyosialisasikan program, manfaat dan tertib iuran BPJamsostek, di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang, Rabu (22/1/2020).

Kepala Kejari (Kajari) Kabupaten Pandeglang Nina Kartini menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan program Pemerintah Pusat sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2011 tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“Atas dasar itulah, Kejari Pandeglang bersama BPJamsostek mengundang perusahaan maupun perusahaan perorangan yang menjadi sasaran, baik CV atau pun PT. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan langkah untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran iuran BPJamsostek,” ujarnya.

Kajari mengatakan, berdasarkan hasil verifikasi BPJamsostek, ada sekitar 67 perusahaan di Pandeglang yang menunggak iuran. Pihaknya mewajibkan perusahaan agar membayar tunggakan tersebut. Sehingga ke depan diharapkan seluruh perusahaan bisa tertib dalam membayar iuran.

“Sejahterakan karyawan, buruh dan pekerja yang bekerja di perusahaan masing-masing. Jangan sampai ada penunggakan iuran,” ujar Kajari.

Kajari menegaskan, program pemerintah pusat (jaminan sosial ketenagakaerjaan) harus diikuti dan dilaksanakan oleh para pengelola dan pemangku kewenangan dalam perusahaan untuk memberikan jaminan sosial kepada para pekerja, sehingga para pekerja terlindungi.

“Tentu kami harus memiliki semangat untuk mensosialisasikan program pemerintah ini,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya bersama BPJamsostek akan melakukan sosialisasi dengan menyasar kepada pekerja honorer yang berada di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pandeglang.

“Kemudian, pengurus pesantren, santri dan pengurus masjid. Agar mereka ikut menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan,” pungkas Kajari.

Kepala BPJamsostek Cabang Utama Serang, Didin Haryono menyampaikan, dari 67 perusahaan penunggak pajak tersebut beralasan tidak mengetahui manfaat program BPJamsostek. Maka, pihaknya melakukan sosialisasi terkait hal tersebut, agar pemilik perusahaan dapat memahaminya, khususnya perorangan.

“Kalau perusahaan besar itu memang tidak ada, tapi kebanyakan penunggak itu pemilik usaha perorangan dan usaha kecil,” tuturnya.

Didin mengakui, hal tersebut merupakan kesalahan pihaknya yang belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat, khususnya pemilik usaha.

“Bila mereka tahu, InsyaAllah mereka akan taat, namun penunggakan perusahaan kecil tersebut merupakan kekurangpahaman mereka. Maka, ini tugas kami untuk melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada mereka semua,” ujarnya.

Terkait program kepesertaan, pihaknya berencana untuk melakukan roadshow sosialisasi program-program BPJamsostek kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tenaga Honorer.

“Pasti, tentu saja kami akan lakukan itu, dan kemungkinan kami juga akan mendorong pemerintah untuk membuat regulasinya,” pungkas Didin. (Rizki Putri/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here