Berkunjung ke Negeri Awan, Bupati Lebak: Jaga dan Lestarikan Alam Kita

BUPATI Lebak Iti Octavia Jayabaya bersama Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi mengunjungi wisata alam Gunung Luhur, Desa Citorek Kidul, Lebak Banten, Selasa (9/7/2019).

BUPATI Lebak Iti Octavia Jayabaya bersama Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi mengunjungi wisata alam Gunung Luhur, Desa Citorek Kidul, Lebak Banten, Selasa (9/7/2019) dengan pemadangan di atas awan yang menakjubkan sehingga dijuluki negeri di atas awan.

Berawal dari postingan netizen dengan posisi hamparan awan yang menyelimuti Desa Citorek Kidul tersebut, wisata alam Gunung Luhur berhasil mencuri perhatian netizen di media sosial untuk mengunjungi sekaligus mengabadikan momen tersebut menjadi sesuatu yang jarang ditawarkan wisata alam lainnya.

Dalam kunjungan perdananya, Bupati Lebak mengungkapkan rasa kagum usai melihat langsung suasana puncak Gunung Luhur. Dengan hamparan awan yang indah nan eksotik dibalut cahaya sunrise membuat para pengunjung langsung mengabadikan momen spesial tersebut dengan berfoto.

“Pemandangannya bagus sekali dan udara sangat sejuk. Tepat rasanya untuk berwisata dengan nuansa alam bersama teman ataupun keluarga. Jadi untuk menikmati negeri di atas awan tidak perlu jauh-jauh, datang saja ke Kabupaten Lebak,” kata Bupati Iti Octavia Jayabaya.

Bupati Iti mengatakan, pemerintah daerah terus membenahi wisata Gunung Luhur tersebut agar dapat dinikmati seluruh masyarakat baik dalam daerah maupun luar daerah. “Jaga dan lestarikan alam kita dan jangan dirusak serta bagaimana menjaga hubungan humanisme dengan alam sekitarnya. Dan yang paling penting jaga kebersihan jangan membuang sampah sembarangan,” ujar bupati.

Salah sseorang pengunjung perempuan asal Cikande, Ati (16) yang datang bersama belasan rekannya mengetahui wisata Gunung Luhur dari foto-foto yang beredar di media sosial dan memutuskan untuk berwisata ke negeri awan ini. “Tau dari media sosial, foto dan suasananya keren-keren. Apalagi lihat awannya di bawah kita, makanya pada datang ke sini,” ucap Ati.

Jarak Gunung Luhur sendiri dari Ibu Kota Kabupaten Lebak yakni Rangkasbitung adalah 78 kilometer atau kurang lebih 2,5 jam perjalanan menggunakan mobil maupun motor. Untuk mencapai ke puncaknya pun pengunjung tidak perlu repot-repot mendaki. Karena akses jalan menuju puncak sudah dapat dilalui kendaraan baik roda dua ataupun roda empat.

Untuk bisa melihat langsung pemandangan hamparan awan, pengunjung disarankan untuk menginap. Karena kemunculan awan dan sunrise berkisar antara pukul 05.00 hingga 08.00.

Untuk memasuki kawasan puncak Gunung Luhur, pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 5.000. Namun bagi yang ingin menginap di puncak dapat membawa tenda dan membayar biaya sewa lahan sebesar Rp 30.000. Sedangkan bagi pengunjung yang tidak mau repot membawa tenda, di sana sudah tersedia jasa sewa tenda dengan biaya Rp 80.000.

Selain itu, karena di Gunung Luhur tidak terdapat sinyal ponsel, kembali pengelola menyediakan fasilitas wifi berbayar serta fasilitas lainnya seperti kamar mandi dan homestay. Bagi para wisatawan yang ingin merasakan berlibur ke puncak gunung tanpa cape mendaki serta menyaksikan pemandangan hamparan awan dan sunrise, puncak Gunung Luhur adalah jawaban yang tepat untuk anda. (T. Soemarsono)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here