Berkunjung ke Banten, Jangan Lewatkan Destinasi Wisata Menawan Ini!

Provinsi Banten memiliki sederet tempat wisata yang indah, mulai dari wisata alam, wisata edukasi, seni dan budaya, wisata sejarah hingga wisata religi. Menjelang liburan Lebaran dan hari raya, sejumlah tempat wisata di Banten selalu dipadati pengunjung dari berbagai daerah.

Nah, jika Anda berkunjung ke Banten, Dinas Pariwisata Provinsi Banten melalui laman resminya merekomendasikan 10 destinasi wisata favorit yang bisa menjadi pilihan saat Anda berlibur bersama keluarga atau teman.

Batu Kuwung

Meski tak sepopuler Pantai Anyer, pemandian air panas Batu Kuwung sudah dikenal lama masyarakat. Sumber air panas pegunungan tersebut, dipercaya bisa membantu menyembuhkan berbagai penyakit. Pemandian air panas tersebut, sering ramai dikunjungi wisatawan baik saat libur Lebaran maupun hari libur lainnya. Wisatawan bisa menikmati sensasi panasnya air panas dari sumber mata air di bawah kaki Gunung Karang yang bersuhu air sekitar 70-80 derajat.

Air panas di tempat tersebut, konon memiliki khasiat menyembuhkan penyakit rematik, pegal linu, sering kesemutan, dan beberapa penyakit lainnya. Pada umumnya, air panas alami mengandung belerang. Namun, air panas di pemandian tersebut mengandung iodium. Jadi, tidak berbau. Ada dua pilihan untuk berendam. Pertama, di kolam terbuka dan bersama-sama pengunjung lain dan fasilitas pribadi di dalam kamar-kamar yang sudah disediakan. Di sini juga tersedia dua kolam renang air dingin untuk dewasa dan anak-anak.

Pemandian Cirahab

Berlokasi di Desa Cirahab, Kecamatan Pedarincang, Kebupaten Serang kolam pemandian Cirahab merupakan tempat wisata keluarga seru bagi Anda yang gemar bermain air. Sekitar satu jam perjalanan dari Kota Serang, lokasi kolam pemandian tersebut, berada di desa yang masih sangat asri. Terlebih, sumber airnya berasal dari pegunungan, sehingga masih jernih dan alami.

Perjalanan dari Kota Serang bisa melalui rute ke arah perempatan Pal Lima, lalu mengambil arah Ciomas-Padarincang. Sesampai di Pertigaan Pasar Ciomas, berbelok ke kanan. Suasana perjalanan dengan pemandangan persawahan, Gunung Karang dan Gunung Pulosari membuat lamanya perjalanan terasa lebih singkat.

Mercusuar Cinangka

Pantai Mercusuar ini berlokasi di Kampung Bojong, Cikoneng, Anyer, Provinsi Banten. Di pantai tersebut, berdiri sebuah bangunan mercusuar setinggi 75.5 meter, yang berfungsi sebagai panduan dan petunjuk kapal-kapal yang sedang berlabuh di sekitar Perairan Laut Banten.

Menara tersebut, memiliki sekitar 280 lebih anak tangga, jika Anda bersiap menaiki menara tersebut, Anda akan melihat indahnya panorama dari ketinggian yang dahsyat. Pemandangan pesisir pantai yang menawan, panorama lautan lepas dengan kapal-kapal pesiar akan tersaji dari menara tersebut. Bahkan, jika kondisi cuaca baik Gunung Anak Krakatau juga akan terlihat dengan jelas dari atas menara.

Selain menara putih yang berdiri kokoh, di Pantai Bojong tersebut juga dibangun sebuah tugu. Tugu tersebut konon menyimpan sejarah buruk bangsa kita pada masa penjajahan. Tugu tersebut, dikenal dengan nama Tugu Nol Kilometer Anyer-Panarukan 1806 Akl. Di sinilah tempat dimana sejarah mulai dibangunnya jalan dari anyer hingga ke Panarukan, Jawa Timur.

Pengunjung berfoto bersama di Puncak Cibaja di Desa Cikolelet Kecamatan Cinangka, Rabu (8/5/2019).*

Desa Wisata Cikolelet

Desa Wisata Cikolelet telah ditetapkan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menjadi yang pertama sebagai desa wisata di Kabupaten Serang. Berdekatan dengan wisata Pantai Cinangka dan Anyer, Desa Cikolelet sangat strategis untuk berlibur di akhir pekan. Empat potensi wisata alam yang wajib dikunjungi saat berada di Desa Cikolelet, yakni Gunung Pilar, Puncak Cibaja, serta air terjun Curug Kembar dan Curug Lawang. Di Puncak Pilar saat ini dikembangkan berbagai permainan outbond dan flying fox.

Wisatawan juga bisa berfoto di aneka spot foto dengan latar belakang gunung dan yang terfavorit, adalah spot ayunan langit. Spot satu ini memang digandrungi di berbagai daerah, seperti di Yogyakarta, Semarang, Bandung, dan tak terkecuali di Serang.

Selain objek wisata alam, terdapat kegiatan ekonomi kreatif, seperti pembuat emping melinjo, penyulingan minyak sereh wangi, serta peternakan kambing etawa atau susu kambing etawa. Ada juga kesenian dan budaya masyarakat, seperti rudat, rampak kasidah, calung, kendang pencak silat, dan debus.

Pengunjung saat berfoto di Taman Mahkota Ratu Cikeusal.*

Taman Mahkota Ratu

Untuk menikmati indahnya pemadangan alam yang asri, namun tetap asyik tak harus jauh-jauh. Jika di Yogyakarta ada Sawah Dlingo, di Banten ada Sawah Sukaratu, di Kabupaten Serang, tepatnya di Desa Sukaratu, Kecamatan Cikeusal telah hadir spot wisata seru yang sedang hits. Taman Kota Ratu, mengusung tema alami, tetapi kece.

Tempat wisatai tersebut, menyajikan sebuah jembatan sawah yang membentuk seperti mahkota yang sesuai dengan namanya, Taman Mahkot Ratu. Uniknya kamu bisa mengelilingi area pertengahan sawah tanpa harus berkotor-kotoran, karena kamu bisa berjalan di atas jembatan yang terbuat dari bambu.

Jangan salah, jembatan sawah tersebut, merupakan spot foto yang Instagrammable. Kamu bisa berfoto-foto sepuasnya di area tersebut. Selain itu, kamu bisa menggunakan properti yang disediakan oleh pengelola berupa topi sawah. Topi tersebut, biasa disebut rerukuh atau dudukuy. (Tono Soemarsono)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here