Rabu, 24 Oktober 2018

Berkendara di Pinggir Bekas Galian C, Warga Cikerai Tenggelam

CILEGON, (KB).- Dika (27), warga Lingkungan Panakodan, Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, sedang dalam pencarian Tim Gabungan Polsek Cibeber, BPBD Cilegon, Damkar Cilegon, serta Badan Sar Nasional (Basarnas). Ia dilaporkan tenggelam di sebuah danau bekas galian C, di Lingkungan Ciberko, RT/RW02/003, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Jumat (8/6/2018) sekitar pukul 10.30 WIB.

Berdasarkan informasi dari Polsek Cibeber, insiden tersebut bermula ketika Dika bersama dua temannya berkendara menggunakan motor di pinggir danau tersebut. Dua temannya tersebut, adalah Rois (29) dan Ahmad Rusli (46), warga Kampung Cakar II RT007/003, Desa Melati, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang. “Mereka berkendara pakai motor di area bekas galian C itu. Katanya, mereka ingin sekadar memancing hingga petang,” kata Kapolsek Cibeber, AKP Dedi Rudiman, saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (8/6/2018).

Menurut dia, sesampai di titik memancing mereka, Rois dan Ahmad Rusli berhenti dan turun dari motor. Namun, Dika tetap memacu motornya untuk memancing di tempat lain. “Dua temannya turun, sementara korban tetap memacu motornya. Sepertinya ingin memancing di titik lain sekitar danau ini,” ujarnya.

Namun, belum sampai titik yang dituju, motor yang dikendarai Dika terpeleset dan jatuh ke dalam danau. Dugaan sementara, kepala Dika membentur pinggiran danau saat terjatuh. “Korban katanya sih bisa berenang, tapi ini tenggelam. Makanya, dugaan sementara, korban jatuh, karena terpeleset, lalu kepalanya terkantuk sesuatu hingga pingsan,” ucapnya.

Melihat kejadian tersebut, Rois dan Ahmad Rusli, kemudian melapor ke Polsek Cibeber. Mendapat laporan tersebut, Dedi langsung menyebarkan informasi tersebut kepada BPBD Cilegon, Damkar Cilegon, serta Basarnas. “Saya langsung kirim petugas ke lapangan untuk melakukan pencarian. Selain itu, berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Tanggap Darurat pada BPBD Kota Cilegon, Ahmad Mafruh menuturkan, saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim. Namun, jika sampai dengan sekitar pukul 17.30 WIB korban belum ditemukan, maka pencarian untuk sementara dihentikan. “Karena memang malam itu gelap, sudah untuk melakukan pencarian jadi kami stop dulu dan dilanjut besok,” ucapnya.

Menurut dia, tidak ada arus di danau tersebut membuat upaya pencarian sulit dilakukan. Oleh arena itu, pihaknya melakukan sejumlah metode, seperti membuat pusaran air atau gelombang buatan.” Ini agar korban terangkat ke atas,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, danau tersebut diperkirakan memiliki kedalaman belasan meter. Sementara, air danau yang terbilang keruh membuat pihaknya sulit melihat dasar danau. Pihaknya mencoba mengukur kedalaman danau pakai bambu, ternyata bambu tidak bisa sampai dasar. Jika petugas turun dan menyelam, tidak bisa melihat jelas, karena airnya keruh. (AH)*


Sekilas Info

LAZ Harfa Cilegon Terima Bantuan dari Komunitas Fotografi Untuk Korban Bencana di Sulteng

CILEGON, (KB).- Bantuan bagi korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi Sulawesi Tengah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *