Sabtu, 15 Desember 2018

Berkedok Apotek, Marak Produsen Kosmetik Ilegal

TANGERANG, (KB).- Kosmetik dicampur obat, lalu diberikan label. Apotek bahkan menjadi produsen, karena membuat kosmetik racikan obat dalam jumlah banyak. Kemudian, dijual tanpa resep dokter termasuk ke klinik-klinik kecantikan. Praktik demikian marak di Kabupaten Tangerang.

Hal tersebut berdasarkan hasil pengawasan rutin yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Belum lama ini, BPOM merazia toko obat di Tigaraksa serta toko-toko kosmetik di pasar maupun pusat perbelanjaan, ditemukan kosmetik impor ilegal dengan nominal sekitar Rp 800 juta.

Pada Kamis (6/12/2018), ditemukan klinik kecantikan atau skin care tanpa apoteker dan izin klinik. Skin care tersebut, diduga mengadakan atau membeli krim racikan obat dari Apotek SJ dan MF. Artinya, membeli obat tanpa izin edar dari apotek SJ.

“Kami menemukan kosmetik yang diracik dengan obat tanpa izin di salah satu skin care dengan nominal sekitar Rp 5 juta. Akhir-akhir ini, memang marak apotek meracik kosmetik yang dicampur obat dan dilabeli, lalu dijual ke luar kota tanpa resep dokter. Bahkan, apotek yang fungsinya pelayanan menjadi produsen,” kata Kepala Kantor BPOM di Kabupaten Tangerang, Wydia Savitri

Ia menyebutkan, ada banyak kejanggalan pada sarana skin care tersebut. Di mana menyimpan atau mengelola obat tanpa penanggung jawab apoteker dan tanpa izin klinik. Skin care tersebut, hanya mengantongi izin klinik estetika. Kemudian, membeli krim racikan obat dalam jumlah banyak tanpa resep untuk pasien.

“Produk krim racikan obat tersebut tanpa izin edar. Produk tersebut dijual ke pasien lagi oleh skin care, tanpa resep,” ujarnya.

Belum miliki kantor

Sementara itu, BPOM di Kabupaten Tangerang hingga kini belum memiliki kantor resmi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berencana memfasilitasi kantor BPOM dengan meminjam-pakaikan tanah milik pemerintah daerah setempat. Setidaknya, ada 30 bidang tanah yang menjadi pilihan atau opsi.

Kepala Kantor BPOM Kabupaten Tangerang, Wydia Savitri menuturkan, pihaknya masih melakukan optimalisasi. Ada beberapa lokasi yang sudah disurvei, namun belum ada yang layak untuk ditempati. Ia menyebutkan, lahan rata-rata memungkinkan untuk dipakai, hanya saja bangunan sudah tidak terawat. Dipakai para pemulung atau untuk tempat tinggal sementara oleh masyarakat.

“Setelah koordinasi dengan pak bupati (Ahmed Zaki Iskandar), disampaikan sebanyak 30 lahan untuk bisa kami survei mana yang layak untuk dipinjamkan. Kami masih survei beberapa lokasi, karena kebanyakan lahan kecil dan bangunan kurang layak untuk dipakai,” ucapnya.

Sampai saat ini, BPOM Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tangerang. “Siapa tahu masih ada lahan lain yang bisa suatu saat dihibahkan ke BPOM sebagai bentuk dukungan Pemda Tangerang,” tuturnya.

Di sisi lain, dia mengatakan, kegiatan rutin BPOM tidak terhambat. Pengawasan keamanan pangan siap saji di sekolah dan pasar-pasar rutin dilaksanakan. Hal tersebut untuk mencegah penggunaan bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam pangan.

“Kegiatan rutin lainnya, adalah pengawasan ke sarana produksi dan distribusi obat dan makanan. Kami juga pernah adakan kegiatan KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) terkait keamanan pangan serta tolak penyalahgunaan obat untuk 38 SMP,” katanya.

Kepala Bidang Aset BPKAD Kabupaten Tangerang, Fahmi Faisuri menuturkan, pemerintah daerah punya misi memfasilitasi siapa pun yang menggunakan tanah pemda yang tidak terpakai. Hal terpenting, adalah penggunaan sesuai ketentuan perundangan-undangan yang berlaku.

“Selagi kami dapat memfasilitasi, maka kami fasilitasi. Yang penting sesuai aturan. Daripada tanah pemda tidak optimal, maka kami optimalkan untuk kepentingan umum,” ujarnya. (DA)*


Sekilas Info

Disdukcapil Kota Tangerang Musnahkan 19.311 KTP-El

TANGERANG, (KB).- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang memusnahkan 19.311 kartu tanda penduduk elektronik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *