Beredar, Kandidat Rektor Untirta

SERANG, (KB).- Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Sholeh Hidayat akan segera mengakhiri masa jabatannya. Pembicaraan sosok pengganti pun kini mulai beredar di lingkungan akademik.

Informasi yang dihimpun wartawan, ada empat nama yang digadang-gadang akan maju sebagai calon rektor Untirta dari kalangan internal. Mereka adalah Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untirta Aceng Hasani, Wakil Rektor 1 Untirta Fatah Sulaeman, Guru Besar Ekonomi Untirta Tubagus Ismail dan Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untirta Ahmad Sihabudin.

“Mungkin bagi yang memenuhi syarat dia bisa mencalonkan diri jadi calon rektor,” kata sumber internal Kabar Banten yang enggan disebutkan namanya, Ahad (17/2/2019).

Ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan ada nama lain yang akan masuk dalam bursa pencalonan. “Atau mungkin sebaliknya, akan ada hanya dua nama saja misal hanya Aceng Hasani dan Fatah Sulaeman,” ujarnya.

Sejauh ini belum ada kabar akan adanya sosok dari luar Untirta yang akan mencalonkan diri sebagai rektor. “Karena mungkin Untirta akan lebih memprioritaskan yang internal. Tidak menutup kemungkinan nanti yang eksternalpun akan muncul,” ucapnya.

Dosen Untirta Erwin Salpa Riansi berharap, nama yang terpilih menjadi Rektor Untirta berasal dari kalangan internal. “Artinya, beliaulah yang mengerti betul keadaan Untirta dan akan dijadikan seperti apa Untirta,” tuturnya.

Hal itu, lanjut dia, berkaitan dengan berbagai upaya yang sedang gencar dilakukan kampus negeri tertua di Banten tersebut. “Pembangunan gedung baru di Sindangsari. Calon rektor itu harus orang internal Untirta dan punya prestasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Senat Untirta Fatah Sulaiman mengatakan, tahapan awal akan dilakukan penjaringan bakal calon yang dilakukan oleh senat. “Ada 11 persyaratan untuk menjadi rektor salah satunya menjadi lektor kepala. Sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017,” ucap Fatah.

Ia mengatakan, 11 persyaratan tersebut yakni aparatur sipil negara yang memiliki pengalaman jabatan sebagai dosen dengan jenjang akademik paling rendah lektor kepala, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berusia paling tinggi 60 (enam puluh) tahun pada saat berakhirnya masa jabatan Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sedang menjabat.

Lalu memiliki pengalaman manajerial, seperti paling rendah sebagai ketua jurusan atau sebutan lain yang setara atau ketua lembaga, paling singkat 2 (dua) tahun di perguruan tinggi negeri dan paling rendah sebagai pejabat Eselon II.a di lingkungan instansi pemerintah. Bersedia dicalonkan menjadi Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang dinyatakan secara tertulis. Kemudian sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan sehat dari Majelis Penguji Kesehatan.

Selanjutnya, bebas narkotika, prekursor, dan zat adiktif lainnya. Setiap unsur penilaian prestasi kerja pegawai paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Tidak sedang menjalani tugas belajar atau izin belajar lebih dari 6 (enam) bulan, yang meninggalkan tugas tri dharma perguruan tinggi. Tidak sedang menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau berat.

Berpendidikan Doktor (S3) bagi calon Rektor atau Ketua dan paling rendah Magister (S2) bagi calon direktur. Serta tidak pernah melakukan plagiat sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan dan telah membuat dan menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Siapa saja bisa untuk jadi calon rektor, termasuk calon rektor dari luar. Di luar lingkungan Untirta. Ada tahapan-tahapan pengangkatan rektor, penjaringan bakal calon, penyaringan calon, pemilihan calon, dan penetapan dan pelantikan,” tuturnya. (SN/DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here