Berdayakan Perempuan Melalui GSI

CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon terus berupaya memberdayakan perempuan. Salah satunya dengan program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan melalui pembinaan gerakan sayang ibu (GSI).

“Kegiatan GSI ini selain bertujuan menurunkan angka kematian ibu dan balita, juga memiliki 11 tujuan lainnya, yakni meningkatkan pengetahuan, wawasan, komitmen, dan menetapkan kesadaran, serta kepedulian terhadap perempuan,” kata Kepala DP3AKB Kota Cilegon Heni Anita Susila, di sela-sela seminar GSI, Selasa (16/4/2019).

Ia menuturkan, GSI adalah gerakan yang mengembangkan kualitas perempuan. Tujuan utamanya untuk menurunkan angka angka kematian ibu yang dilaksanakan bersama-sama pemerintah dan masyarakat dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia dengan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian.

Ia mengatakan, penyebab kematian ibu kebanyakan dari minimnya pengetahuan tentang merawat kehamilan baik sebelum maupun sesudah melahirkan. Untuk itu, ucap dia, pihaknya ingin menerapkan program GSI banyak diterapkan tidak hanya di rumah sakit.

“Kami menyosialisasikan program GSI ini untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi melalui pelatihan untuk para calon ibu dan perawatnya,” tuturnya.

Jadi, kata dia, mereka yang ikut dalam kegiatan tersebut, diharapkan bisa menularkan ilmunya kepada masyarakat di mana dia tinggal. Sehingga calon-calon ibu rumah tangga setidaknya paham dengan kondisi apa yang akan dilakukan baik sebelum persalinan maupun pascamelahirkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan, Penangangan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak pada DP3AKB Kota Cilegon Retno Windarwati di sela-sela kegiatan mengatakan, GSI adalah salah satu program di mana sinergitas antara masyarakat dan pemerintah yang tujuannya menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Contohnya, pada saat proses kehamilan perempuan, otomatis ada suami yang akan menjaga.

Terlepas suami itu bekerja, maka harus ada komunikasi dengan tenaga medis dan memeriksakan kehamilannya secara rutin. Sehingga, apabila terjadi sesuatu, maka langsung menghubungi tenaga medis terdekat untuk dilakukan penanganan. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here