Berdasarkan IHK Oktober-November 2019, Harga Kebutuhan Pokok di Banten Merangkak Naik

SERANG, (KB).- Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat, periode November 2019 harga barang-barang/jasa kebutuhan pokok masyarakat di Banten secara umum mengalami peningkatan.

Hal tersebut terlihat dari adanya perubahan angka indeks harga konsumen (IHK) dari 147,10 pada bulan Oktober menjadi 147,62 pada bulan November, atau terjadi perubahan indeks (inflasi) sebesar 0,36 persen.

Kepala BPS Banten Adhi Wiriana mengatakan, terdapat enam dari tujuh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok bahan makanan naik 1,25 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,32 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar masing-masing sebesar 0,17 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,03 persen, serta kelompok sandang naik sebesar 0,01 persen.

Sedangkan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks sebesar -0,07 persen. “Rincian lengkapnya adalah 130 komoditas mengalami kenaikan harga dan sisanya sebanyak 84 komoditas mengalami penurunan harga,” katanya melalui berita resmi statistik yang dikutip wartawan, Selasa (3/12/2019).

Komoditas yang mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi selama bulan November 2019 antara lain komoditas bawang merah, buncis, kentang, sawi putih, sabun mandi dan daun bawang. “Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga paling banyak antara lain jengkol, selar/tude, angkutan udara, santan jadi, bayam, kerupuk ikan dan cumi-cumi,” ujarnya.

Perkembangan inflasi

Pada November 2019 BPS Banten merekam perkembangan harga barang dan jasa (inflasi) di tiga kota IHK di Banten. Rinciannya Kota Serang mengalami inflasi 0,17 persen, Kota Tangerang mengalami inflasi 0,37 persen dan Kota Cilegon mengalami inflasi 0,52 persen.

Inflasi Kota Cilegon tercatat menjadi yang tertinggi dari inflasi di 26 kota Pulau Jawa. Disusul Kota Sumenep sebesar 0,41 persen dan Kota Kediri sebesar 0,38 persen. Untuk kota lainnya di Banten yaitu Kota Tangerang berada pada peringkat keempat dan Kota Serang berada pada peringkat ke-19.

“Laju inflasi tahun kalender tertinggi tercatat di Kota Bekasi yaitu sebesar 3,89 persen, Kota Tangerang 3,18 persen, Depok sebesar 3,11 persen. Kota berikutnya yang menempati urutan tertinggi adalah dan Cilegon sebesar 3,07 persen,” katanya.

Inflasi tahun kalender terendah terjadi di Kota Kediri sebesar 1,35 persen, Tasikmalaya sebesar 1,38 persen, Malang sebesar 1,43 persen, Jember sebesar 1,49 persen dan Cirebon sebesar 1,55 persen.

“Inflasi year on year tertinggi tercatat di Kota Bekasi sebesar 4,51 persen. Kota berikutnya yang menempati urutan tertinggi adalah Kota Tangerang sebesar 3,83 persen, Cilegon sebesar 3,66 persen dan DKI Jakarta sebesar 3,53 persen,” ucapnya.

Sedangkan inflasi year on year terendah terjadi di kota Tasikmalaya sebesar 1,64 persen. Inflasi year on year tiga kota IHK di Provinsi Banten dibandingkan dengan 26 Kota IHK di Pulau Jawa yaitu peringkat ke-2 untuk Kota Tangerang, peringkat ke-3 untuk Kota Cilegon dan peringkat ke-7 untuk Kota Serang.

Sebelumnya, Inspektur Jenderal (Irjen) II Kementerian Perdagangan (Kemendag) Etti Susilowaty memastikan ketersediaan bahan pangan di Banten untuk kebutuhan perayaan natal dan tahun baru (Nataru) tahun 2019 dalam kondisi aman. Harga-harga di sejumlah pasar di Banten juga terbilang dalam kondisi stabil.

Komoditas pangan yang masih mengalami kenaikan yaitu bawang merah dari harga normal Rp 22.000 menjadi Rp 36.000. ”Harga sudah mulai stabil stok cukup. Mungkin lebih ada kenaikan sedikit di bawang merah yah yang lainnya cukup alhamdulillah mudah-mudahan sampai ke natal dan tahun baru,” katanya.

Agar harga tetap terkendali sampai menjelang Nataru, pihaknya bersama pemerintah daerah akan melakukan sejumlah langkah strategis, di antaranya membentuk tim pemantauan. ”Kita ada tim pemantauan nanti tiap ada kenaikan harga lapor ke pusat. Kita cepat antisipasi sehingga ada solusinya jadi engga sampai terlalu lama,” ucapnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here