Berburu Kartu Kuning Demi Meraih Masa Depan

WAJAH sumringah menghiasi wajah Mulyati dan beberapa rekannya saat meninggalkan halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lebak, beberapa waktu lalu. Keceriaan Mulyati dan beberapa rekannya yang merupakan lulusan baru dari sejumlah SLTA di Kabupaten Lebak tak lepas dari keberhasilannya memperoleh kartu kuning dengan cara yang sangat mudah dan tanpa biaya dari Disnaker.

”Saya membuat kartu kuning itu untuk syarat melamar pekerjaan di sebuah pabrik yang memproduksi kopi di wilayah Tangerang. Saya memilih untuk langsung bekerja demi membantu ekonomi keluarga. Saya bersyukur karena kartu yang menjadi syarat untuk bekerja ini bisa kami dapatkan dengan mudah dan sama sekali tanpa dikenakan biaya,” ujar Mulyati yang merupakan lulusan SMKN 2 Rangkasbitung Tahun 2018.

Kartu kuning yang merupakan syarat utama para pencari kerja, bagi pelamar pekerjaan di instansi-instansi pemerintahan dan lainnya, semakin diburu para pelamar produktif, seperti halnya di Kabupaten Lebak. Kartu kuning disebut juga dengan AK-1 atau kartu tanda pencari kerja. Kartu kuning ini sangatlah penting bagi pencari kerja. Namun seiring dengan berjalannya waktu, banyak pelamar melupakan fungsi dari kartu resmi ini.

Secara formal, kartu ini disebut dengan AK-1. AK merupakan singkatan dari Antar Kerja dan bersifat resmi keluaran dari Disnaker yang ada di tiap kota dan kabupaten di Indonesia. Pada kartu itu tercantum nomor pencari kerja, nomor kartu identitas atau KTP, dan legalisasi dari Disnaker setempat.

Fungsi utama dari kartu kuning ini adalah supaya Dinas Tenaga Kerja bisa mendata jumlah pencari kerja di daerahnya. Namun, banyak orang mengira kartu ini hanya berfungsi untuk melamar kerja di dinas pemerintah atau pada saat ingin mengikuti tes calon pegawai negeri. Padahal, kartu kuning bisa juga digunakan untuk melamar kerja di perusahaan swasta.

Selain itu, kartu kuning juga berfungsi untuk melapor ke Disnaker apabila pencari kerja belum juga mendapatkan pekerjaan. Dengan kartu ini, pencari kerja bisa mencari kerja secara independen atau menunggu penyaluran dari Dinas Ketenagakerjaan.
Warga yang terdaftar di Disnaker sebagai pencari kerja, biasanya sudah diminta untuk melengkapi berkas seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau SKCK, ijazah, serta Surat Keterangan Bebas Narkoba atau SKBN. Jadi, para pencari kerja tidak perlu membuat lagi persyaratan tersebut kecuali untuk berkas yang sudah habis masa berlakunya.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Lebak, Maman SP menyatakan, setiap tahun banyak masyarakat yang datang ke dinas yang dipimpinnya untuk membuat kartu kuning atau AK/1.

“Hampir setiap hari pasti ada yang membuat Kartu AK/1 ini untuk mencari pekerjaan formal. Biasanya pasca kelulusan SLTA, jumlah pemohon kartu kuning selalu membeludak. Membeludaknya pencaker terutama pascakelulusan sekolah sudah kami antisipasi sebelumnya. Karena itulah, meski masih dalam masa cuti bersama lebaran, kami tetap menyiapkan pelayanan khusus untuk pencaker yang membutuhkan dokumen bagi kelengkapan pesyaratan untuk melamar pekerjaan,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lebak, Maman SP, kepada Kabar Banten, beberapa waktu lalu.

Menurut Maman, untuk memaksimalkan pelayanan pada masyarakat, pihaknya juga menambah petugas dan waktu pelayanan agar seluruh pencari kerja (pencaker) bisa terlayani dengan baik. ”Salah satu persyaratan bagi pencaker adalah kartu kuning. Karena itu, tak ada alasan bagi kami untuk tidak memberikan pelayanan maksimal agar para pencaker itu bisa melengkapi persyaratanyang dibutuhan,” ujarnya.

Maman menambahkan, apa yang dilakukan pihaknya semata-mata membantu warga untuk mempermudah dalam mendapatkan pekerjaan. ”Biasanya kalau habis libur lebaran, cukup banyak lowongan pekerjaan, khususnya untuk industri maupun garment. Kita berikan kemudahan dengan memberikan kartu kuning secara gratis. Kalaupun para pencari kerja ada yang memberikan uang itu hanya untuk pengganti fotokopi dokumen saja,” ucapnya.

Kadisnakertrans menjelaskan, kartu kuning atau AK/1 merupakan salah satu syarat untuk melamar pekerjaan secara independen, atau juga menunggu penyaluran dari Dinas Ketenagakerjaan. ”Bagi pihak kami, kartu kuning dimaksudkan agar Dinas Tenaga Kerja bisa mendata jumlah pencari kerja di daerah. Bukan hanya untuk melamar kerja di pemerintah atau pada saat ingin tes calon pegawai negeri saja,” tuturnya. (Nana Djumhana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here