Beras Poktan Barokah Tembus Jabotabek

PANDEGLANG, (KB).- Hasil produksi beras masa panen Maret-Mei yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Barokah, di Kampung Sawah RT 002/ RW 004, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran telah berhasil menembus pasar Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi). Bahkan, produksi beras tersebut sudah dikemas rapi dan siap memenuhi permintaan pasar.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi mengatakan, Kelompok Tani Barokah mampu memproduksi gabah hingga diolah menjadi beras dalam kemesan siap pasar. Untuk saat ini hasil produksi beras tersebut sudah masuk Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi.

”Keberhasilan kelompok tani ini tidak terlepas dari bimbingan Dinas Pertanian serta para penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Pagelaran,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi kepada Kabar Banten, Rabu (13/5/2020).

Menurut dia, Poktan di wilayah binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pagelaran tersebut mampu menembus Pasar Jabodetabek. Sebab, produksi beras yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, produksi berasnya berasal dari padi asli di wilayah Kecamatan Pagelaran. Bahkan hasil panen padi langsung dijemur dan digiling.

“Poktan ini sudah lahir sejak tahun 1997. Saat ini memiliki anggota kelompok berjumlah 48 orang dengan luas areal sawah 42 hektare dan sawah darat 12 hektare. Semangat dan kreativitas Poktan Barokah di tengah pandemi Covid-19 tersebut mendapat apresiasi dari Pemkab Pandeglang,” tuturnya.

Menurut Budi, Poktan ini dalam pengelolaan lahannya juga difasilitasi Pemkab Pandeglang melalui bantuan Dinas Pertanian berupa hand traktor (traktor tangan), pompa air serta memiliki sebuah pabrik penggilingan padi.

“Penanaman padi dalam setahun dilakukan sebanyak dua kali masa tanam (MT-I dan MT-II). Sedangkan pada masa tanam ketiga (MT-III) lahan sawah dimanfaatkan untuk budidaya tanaman hortikultura berupa tanaman kacang panjang, mentimun, maupun cabai,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPRD Pandeglang Tb. Udi Juhdi mengatakan, dengan adanya pembinaan poktan diharapkan bisa terus meningkatkan produksi beras Pandeglang.

“Kita juga berharap agar penjualan beras bisa langsung dikemas. Sehingga nilai jualnya juga bisa lebih tinggi, karena kalau dijual gabahnya tentu akan lebih murah. Untuk itu, kita harapkan agar ke depan dinas pertanian juga terus memberikan pendampingan kepada setaip poktan agar bisa berkembang,” ujarnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here