Beras Jaseng Ditarget Pasok 25 Persen ASN

SERANG, (KB).- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang menargetkan bisa memasok produksi beras Jawara Serang (Jaseng) kepada 25 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Hal itu dilakukan agar kesejahteraan petani bisa terus meningkat.

Kepala Distan Kabupaten Serang Dadang Hermawan mengatakan, untuk saat ini dirinya berharap bisa memasok 25 persen dari total ASN di Kabupaten Serang.

“Kita ASN ada sekitar 10 ribu orang. Kalau bisa 25 persen saja kan sudah bagus. Kalau perorang 10 kilogram sudah 25 ton per bulan,” ujarnya kepada Kabar Banten, Selasa (28/1/2020).

Dadang mengungkapkan, untuk pasokan beras jaseng pada ASN Januari diangka 10,2 ton.

“Mudah mudahan Februari bisa tambah lagi yang penting kita mendorong petani produsen padi,” katanya.

Dirinya mengaku tidak membatasi permintaan pasokan dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Sebab dirinya menyampaikan pada OPD bahwa semua ini untuk membantu para petani.

Sejauh ini kata dia, untuk pembayaran beras Jaseng tersebut berjalan lancar. Begitu beras dikirim langsung dibayar.

“Kalau ada komplain kita ada kios di Cikepuh. Kemarin saya pantau di KPPBM (Komunitas Penggilingan Padi dan Beras Mandiri) lancar. Dulu tersendat karena MoU (Memorandum of Understanding) dengan Koperasi Gemah Ripah dan diperjalanan harus bayar langsung nah terjadi kendala. Sekarang ada ASB (Argo Serang Berkah) kalau ada apa apa ASB yang menanggulangi ke petani,” tuturnya.

Dadang mengaku sempat mendapat komplain dari ASN terkait kemasan beras Jaseng yang dinilai kurang menarik. Namun menurut dia, petani bisa saja membuat kemasan bagus hanya harga jualnya akan lebih mahal.

“Per satu plastik itu bisa diangka Rp 11 ribu dengan kemasan 5-10 kg, kan kasian beban konsumen. Makanya seperti itu dulu,” ucapnya.

Untuk saat ini ada dua jenis beras yakni premium dan medium. Untuk premium biasa dijual Rp 10.500 per kilogram sedangan medium Rp 10.000 per kilogram.

“Padahal dipasaran sudah Rp 11-12.000 per kilogram karena gabah lagi turun akibat kemarau,” katanya.

Ia mengatakan, untuk pasokan padi biasanya diambil dari penggilingan sekitar. Diantaranya di Pontang, Kramatwatu, Tanara dan Cikande. Jika kurang biasanya akan dikontek petani lain. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here