Beraksi 4 Tahun, Pengedar Upal Gunakan Modus Tukar Mata Uang

Anggota Polres Cilegon memperlihatkan barang bukti uang palsu.*

CILEGON, (KB).- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Cilegon berhasil mengungkap sindikat peredaran uang palsu (upal) yang melibatkan tersangka BR, DW, IR, dan JH warga Kota Tangerang.

Keempat tersangka ditangkap di Jalan Protokol Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber tidak jauh dari Simpang Pondok Cilegon Indah (PCI), Selasa (7/5/2019). Dari hasil pemeriksaan, ternyata mereka bukanlah sindikat peredaran uang palsu, melainkan kelompok tindak pidana penipuan.

Mereka telah beraksi selama 4 tahun. Modusnya, membuat korban membeli uang asing yang tidak berlaku lagi di negara asal. Seperti halnya yang mereka praktikkan kepada Nurhayati (54), warga Lingkungan Kubang Sepat Inpres, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Selasa (7/5/2019).

Korban sempat diarahkan untuk membeli uang asing kedaluwarsa tersebut. Namun, aksi mereka tepergok Bripka Leo Sitorus, petugas Satlantas Polres Cilegon. “Kami sangat berterima kasih atas kesigapan Bripka Leo menghentikan aksi penipuan saat itu,” kata Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso, saat ditemui di Polres Cilegon, Rabu (8/5/2019).

Baca Juga : Diduga Anggota Sindikat, Polres Cilegon Bekuk Pengedar Uang Palsu

Kasus tersebut bermula ketika Nurhayati baru keluar dari Kantor BJB Cabang Cilegon. Saat itu, Nurhayati baru menarik uang Rp 4 juta. Di jalan, Nurhayati diadang dua pelaku, tugas mereka mengalihkan perhatian korban.

Kemudian, salah satu pelaku meminta Nurhayati mengantarnya ke tempat penukaran uang, bahkan meminta korban menukarkan uang Brazil ke rupiah. Di tengah-tengah percakapan, datang dua pelaku lain menggunakan mobil Avanza perak nomor polisi B 2941 BOP. Mereka mengaku, pegawai salah satu bank, siap mengakomodasi penukaran uang.

Saat itulah, Nurhayati diminta naik mobil tersebut. Korban dibawa hingga Cilegon Bussines Square, karena dua pelaku mengaku pegawai salah satu bank di kompleks pertokoan tersebut. Namun, sebelum aksi para pelaku berakhir, mereka dikagetkan oleh ketukan tangan Bripka Leo Sitorus di kaca mobil.

Melihat polisi mengintip dari kaca mobil, empat pelaku panik. Mereka buru-buru keluar dari mobil, lalu membuang sejumlah barang bukti. Mereka tidak bisa kabur, karena ada sejumlah personel lain yang sudah berjaga di sekitar mobil.

Ia menuturkan, dari empat tersangka tersebut, pihaknya menyita uang Brazil, Belarusia, dan Brunei Darussalam yang sudah tidak berlaku. Total uang tersebut, bernilai sekitar Rp 50 juta.

Kami jadikan uang-uang tidak berlaku tersebut, sebagai barang bukti yang menguatkan modus mereka. Jadi, modusnya menukarkan mata uang asing ke rupiah. Ibu-ibu tersebut diiming-imingi imbalan yang menggiurkan,” ucapnya.

Pihaknya masih mendalami peran masing-masing pelaku. Khususnya dugaan empat tersangka merupakan anggota sindikat. “Kami masih dalami terus, namun para tersangka bisa dikenakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara,” tuturnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here