Berada di Bawah Provinsi Lain, Ekonomi Digital Banten Masih Rendah

SERANG, (KB).- Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat ekonomi digital di Provinsi Banten masih berada di bawah provinsi lain di Pulau Jawa, yaitu Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Hal tersebut ditandai dengan rendahnya akses masyarakat Banten ke situs jual beli online.

Kepala BPS Banten Adhi Wiriana mengatakan, secara umum masyarakat Banten sudah banyak yang memiliki telepon genggam atau HP. Meski akses sinyal belum merata, masyarakat Banten yang memiliki telepon genggam sudah sampai pelosok desa.

“Memang hampir semua penduduk walaupun daerah perdesaan kaya di Lebak-Pandeglang mereka udah punya HP. Yang jadi masalah memang sinyal di wilayah tertentu di Pandeglang-Lebak belum semua desa terjangkau oleh sinyal HP,” katanya, belum lama ini.

Akan tetapi, kepemilikan HP tersebut belum berbanding lurus terhadap ekonomi digital di Banten. Berdasarkan catatannya, ekonomi digital di Banten masih kalah dari provinsi lain di Pulau Jawa. Ia menilai, penyebabnya adalah literasi ekonomi digital yang masih kurang.

“Jadi kesadaran ataupun literasi masyarakat terkait ekonomi digital masih relatif rendah,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, ekonomi digital yang diukur dari akses masyarakat terhadap situs jual beli online di Banten baru mencapai 30 persen. Sedangkan di Provinsi Jawa Tengah sudah mencapai 72 persen. Meski demikian, ia sendiri belum mencatat berapa nilai transaksi ekonomi digital di Banten.

“Mereka (situs jual beli online) enggak bisa memilah provinsi mana saja, tapi secara nasional mereka bisa mencatat,” ucapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait ekonomi digital di Banten yang masih kalah dari daerah lain, Kepala Disperindag Banten belum memberikan jawaban.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja melihat Banten memiliki tiga sumber baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Tiga sumber tersebut yaitu pariwisata, hortikultura dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Ekonomi baru yang bisa tumbuh di Banten saya kira sektor pariwisata di Banten itu cukup tinggi potensinya sejalan dengan perbaikan transportasi di Banten. Kedua adalah kita melihat UMKM yang cukup besar, ketiga meningkatkan holtikultura,” tuturnya.

Tiga sumber pertumbuhan ekonomi baru itu perlu dikembangkan secara bersama-sama oleh berbagai pihak. BI sendiri siap berperan dalam mendorong SDM yang semakin terampil dan kuat.

“Melalui metode seperti itu kami harapkan BI akan terus mendorong dari sisi binteknya, eduasi baik dari sisi UMKM maupun e-commerce (perdagangan elektronik),” katanya.

BI terus mendukung pertumbuhan ekonomi di Banten, karena pertumbuhan ekonomi dapat menyerap tenaga kerja. “Pada intinya adalah kita harus terus membangun sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, intinya seperti itu,” tuturnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here