Rabu, 26 September 2018

Berada di Bantaran Sungai Ciberang, Sejumlah Rumah Terancam Longsor

LEBAK, (KB).- Sejumlah rumah penduduk yang berada di bantaran Sungai Ciberang, tepatnya  di Kampung Aweh, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, mengaku waswas akibat kondisi tanah di bantaran sungai yang kian kritis, akibat sering terkikis luapan arus Sungai Ciberang. Maman Alaeda, warga Kampung Aweh kepada Kabar Banten membenarkan,  kondisi bantaran Sungai Ciberang di kampungnya kini semakin mengkhawatirkan.

Bahkan, jika  hujan kembali mengguyur yang mengakibatkan debit Sungai Ciberang  meningkat, bukan tidak mungkin kekhawatiran terjadinya longsor bisa terjadi. ”Kami harap pemerintah daerah bisa segera melihat langsung kondisi bantaran sungai di kampung kami,” ujar Maman, Selasa (27/2/2018 ).

Mengingat kondisinya sangat dikhawatirkan mengancam rumah warga, Maman dan sejumlah warga lainnya berharap pemerintah daerah memberikan bantuan pembangunan bronjong sebagai penahan kikisan luapan arus sungai. ”Menurut perkiraan kami, jika dibuatkan bronjong penahan bibir bantaran, tanah bantaran akan aman dari kikisan arus sungai. Namun, karena warga tidak memiliki anggarannya, kami hanya mampu berharap ada perhatian dari pemerintah daerah,” ujar Maman yang diamini sejumlah warga.

Rohman, warga Kampung Aweh lainnya menambahkan, beberapa tahun lalu, jarak bibir bantaran dengan lokasi permukiman penduduk mencapai 150 meter. Namun, akibat sering terkikis luapan arus Sungai Ciberang, maka jaraknya semakin dekat. ”Saat ini jarak bibir sungai ke permukiman penduduk paling hanya sekitar dua puluh hingga tiga puluh meter saja,” ucap Rohman.

Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Lebak, Dade Yanapriandi mengatakan, khusus  untuk penanganan bantaran Sungai Ciberang, sebenarnya di bawah kewenangan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC) Banten. Namun, mengingat BBWSC Banten belum memiliki anggarannya, maka warga Kampung Aweh bisa mengusulkannya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) yang ditujukan ke Pemkab Lebak. ”Jika benar kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan, aparat Desa Aweh bisa mengusulkannya ke Pemkab Lebak, ditembuskan ke DPUPR Lebak,” kata Dade Yanapriandi. (Lugay/Job)***


Sekilas Info

Serentaun Kasepuhan Citorek, Menjaga Tradisi Mendongkrak Sektor Kepariwisataan

RITUAL adat tahunan komunitas masyarakat adat Kaolotan atau Kasepuhan di masyarakat adat Baduy di Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *