Bentuk Tim Rekrutmen, Jaring Prades Andal

PEMBERLAKUAN Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang diikuti dengan kebijakan penggelontoran anggaran besar secara langsung pada desa, menuntut adanya reformasi total pada tata kelola desa, termasuk menyiapkan perangkat desa (Prades) yang memenuhi kualifikasi. Salah satu alasan pentingnya melakukan reformasi tata kelola desa adalah guna menghindari terjadinya kesalahan dalam pengelolaan anggaran desa, khususnya dalam sisi pelaporan mengingat banyaknya permasalahan yang terjadi pascapenyaluran langsung dana desa.

Sebagai bagian terpenting dari pemerintahan desa, prades dituntut memiliki kemampuan sesuai pembidangan tugasnya. Sehingga, jalannya pemerintahan desa dapat berjalan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Guna memastikan terpenuhinya unsur-unsur dan kualifikasi yang diperlukan prades, seluruh sekretaris desa yang berada di Kecamatan Cimarga membentuk tim rekrutmen perangkat desa (Prades).

Pembentukan tim rekrutmen Prades yang digelar di aula kantor Kecamatan Cimarga, Senin (31/7/2017), didasarkan pada kebutuhan personel prades pada masing-masing desa. Rekrutmen prades juga didasarkan pada surat Bupati Lebak No. 141/1169/DPMD/2017 tanggal 19 Juli tentang persetujuan formasi perangkat desa.  “Dari tujuh belas desa yang ada, kami kekurangan perangkat desa sebanyak 36 orang. Seleksi prades akan dilakukan secara resmi melalui beberapa tes dan wawancara yang akan dilakukan pada tanggal 1 sampai 10 Agustus,” kata Ketua panitia rekrutmen Prades, Dian Hudiana kepada Kabar Banten.

Dijelaskan Dian, rekrutmen Prades ini juga nantinya akan diberikan soal tes dan wawancara oleh akademisi serta tim seleksi dari muspika. “Pemberian soal dan wawancaranya dilakukan oleh akademisi dan melibatkan tim seleksi dari muspika kecamatan. Jadi tidak akan ada permainan dalam perekrutan Prades,” ucapnya.

Sekdes Intenjaya, Darno menyatakan, kebutuhan perangkat desa di Intenjaya adalah untuk mengisi bagian umum yang selama ini kosong dan sangat berdampak kepada pelayanan terhadap masyarakat.
“Hampir satu tahun kami kekurangan formasi pada bagian umum, dan selama itu pula pelayanan terhadap masyarakat agak kurang maksimal. Mudah-mudahan dengan adanya perekrutan perangkat desa sekarang, bisa melengkapi formasi kita di desa sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa maksimal,” tuturnya. (Galuh Malpiana/KB)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here