Bendungan Pamarayan Surut

Air Bendungan Pamarayan di Kecamatan Cikeusal surut akibat musim kemarau yang saat ini sedang melanda Kabupaten Serang. Surutnya air membuat endapan di bagian hulu bendungan pamarayan terlihat semakin jelas.

Kepala Bendungan Pamarayan, Hermanto mengatakan, air bendungan sudah surut sejak beberapa hari terakhir. Debit air yang disalurkan ke saluran irigasi berkurang dan saat ini tidak ada bukaan di pintu pengendali banjir.

“Iya benar surut, sekarang elevasi (ketinggian air)-nya di bendungan 12,5 meter, sementara elevasi normalnya 13 meter. Dari kemarin surut, endapannya sampai kelihatan jelas dan luas, ini baru kemarin. Ya normal laginya pas ada hujan,” katanya kepada Kabar Banten, Jumat (24/8/2018).

Dalam kondisi air surut, ujar dia, semua pintu pengendali banjir di bendungan tidak ada yang dibuka. Sementara, untuk saluran irigasi Bendungan Pamarayan Barat saat ini hanya dibuka 6,5 meter kubik perdetik, normalnya 13-14 meter kubik per detik yang mengairi sekitar 16.000 hektare lahan pertanian.

Untuk saluran irigasi timur sekarang memang sedang tidak dibuka, karena ada jadwal perbaikan saluran irigasi, di daerah timur lahan pertaniannya sekitar 4.000 hektare. “Kalau saluran irigasi barat nanti ditutup lagi tanggal 29 bulan ini. Pintu pengendali banjir tidak ada yang dibuka, kalau dibuka bisa tambah parah surutnya,” ucapnya.

Sementara, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Serang, Subagyo menuturkan, untuk saat ini surutnya air Bendungan Pamarayan tidak masalah bagi pertanian, karena petani sudah panen. “Sudah panen, gak masalah untuk saat ini,” tuturnya.

Terkait jadwal buka-tutup saluran irigasi, ujar dia, untuk saluran barat saat ini sudah jadwal dibuka, sebelumnya penutupan sampai Senin (20/8/2018). “Sekarang dibuka lagi, itu kan sudah dibuatkan jadwal buka-tutupnya. Sekarang banyak yang sudah panen, di antaranya di Kramatwatu, Kasemen, Pontang, Ciruas, dan Kragilan,” katanya.

Ia mengungkapkan, penutupan saluran irigasi kesepakatannya memang tidak dilakukan di musim tanam. Tetapi, penutupan juga dilakukan untuk perbaikan irigasi, agar lebih maksimal fungsinya.

“Jadi, untuk kebutuhan pertanian juga, oleh karena itu disepakati jadwal buka-tutup, agar pekerjaan perbaikan irigasi juga tetap bisa berjalan. Pertengahan September kami rapat lagi untuk kesepakatan jadwal buka-tutup berikutnya,” tuturnya. (Yomanti)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here