Belum Tersentuh RTLH, Rumah Janda Tua Roboh

Rastinah (79) saat membersihkan puing-puing genteng setelah rumahnya di Kampung Ciputri, RT 03 RW 09, Kelurahan Banten, Kelurahan Kasemen, Kota Serang, roboh, Rabu (11/12/2019).*

SERANG, (KB).- Sebuah rumah milik Rastinah (79) seorang janda tua beranak satu di Kampung Ciputri, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen roboh pada Selasa (10/11/2019) pukul 03.00 WIB. Namun, hingga saat ini belum mendapat bantuan apapun dari pemerintah, termasuk bantuan rumah tidak layak huni (RTLH).

Rastinah menjelaskan, malam saat kejadian di daerah Kasemen sedang dilanda hujan cukup deras. Namun, karena kondisi bangunan rumahnya sudah lapuk, tiba-tiba ketika dia bersama anaknya sedang tidur terdengar suara kayu dan tembok yang retak. Tak lama, dia bersama anaknya segera bangun dan keluar rumah.

“Rumah saya memang sudah reyot dan seadanya. Jadi, ketika hujan datang kami pun merasa takut kalau rumahnya akan roboh. Waktu rumah saya roboh, saya sama anak lagi tidur, jam 03.00 WIB pagi. Enggak lama kami keluar dan tak lama rumah kami roboh. Tapi, untungnya kami sudah keluar, kalau enggak, mungkin saya sama anak sudah meninggal tertimpa,” katanya, Rabu (11/12/2019).

Pada saat kejadian tersebut juga, ujar dia, banyak tetangga yang keluar dan memanggil-manggil dia, agar segera keluar dan menjauh dari rumah yang roboh. Bahkan, dia sempat pingsan ketika menyaksikan rumahnya yang roboh. “Saya juga sampai pingsan, karena memang seadanya. Makan pun saya dikasih sama tetangga,” ucapnya.

Sementara ini, Rastinah dan anaknya tinggal di rumah tetangganya. Ia meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk membantu memperbaiki rumah yang roboh. “Kalau tidak dibantu sama pemerintah, pak Wali Kota Serang saya gimana, buat makan saja susah, gimana buat memperbaiki rumah. Untuk usaha saja saya sudah tidak kuat,” tuturnya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Serang Pujiyanto menuturkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk dapat segera memberikan bantuan kepada Rastinah, agar memiliki tempat tinggal yang nyaman.

“Saya akan segera koordinasi dengan Dinsos atau Perkim untuk koordinasi masalah bantuan awal terlebih dahulu. Artinya mau bagaimana caranya, agar orang itu nyaman dulu. Karena, jika untuk RLTH itu kan tidak bisa langsung, harus ada kajian dulu. Tidak bisa serta merta. Tapi, harus dicarikan solusi, kan ada dana tak terduga, nanti koordinasi,” katanya.

Selain itu, ujar politikus Partai Nasdem tersebut, pihaknya akan menginstruksikan kepada Komisi II, untuk memberikan bantuan kemanusiaan. “Bicara soal kemanusiaan, nanti saya akan meminta, magar Komisi II memberikan bantuan juga,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Serang Iwan Sumardi mengatakan, bantuan RTLH di Kota Serang, khususnya Kecamatan Kasemen belum secara menyeluruh. Sebab, masih ada pendataan kembali terkait pemberian bantuan.

“Belum semua, jadi memang kami itu kan tidak sendiri melakukan pendataan. Tapi, bersama satuan kerja dari pusat melalui konsultannya. Jadi, saat ini yang belum mendapatkan bantuan itu, nanti pada 2020 akan mendapat bantuan. Jadi, bukan tidak tersentuh, akan tetapi belum tersentuh,” tuturnya.

Namun, untuk pelaksanaannya, dia belum bisa memastikan, apakah di awal tahun, triwulan II atau triwulan III. “Kami belum bisa memastikan, tapi yang pasti 2020 itu, penerima dan pemberian bantuan akan lebih banyak. Kalau tahun ini hanya sekitar 120 unit, tapi tahun depan lebih banyak, mungkin mendekati 200 unit,” katanya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here