Belum Semua Karyawan Terdaftar ke BPJS Ketenagakerjaan

TANGERANG, (KB).- Perusahaan di Kota Tangerang belum sepenuhnya mendaftarkan karyawannya ke dalam Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) sebagai perlindungan sosial dalam bekerja.

Kepala kantor BPJS Wilayah Batuceper Ferry Yuniawan mengatakan, berbagai kasus yang ditemukan masih terbilang cukup banyak terutama di lini usaha kecil dan menengah.

“Ada yang punya karyawan 50 orang, ternyata yang didaftarkan hanya 25 orang. Ada juga yang masih menunggak. Negara hadir melalui Program BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang berfungsi sebagai jaring pengaman sosial,” katanya.

Terkait hal tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin mengimbau para pengusaha untuk mendaftarkan karyawannya ke dalam Program BPJS Ketenagakerjaan maupun Kesehatan.

“Saya harapkan perusahaan yang ada di Kota Tangerang ikuti aturan main dalam menyejahterakan karyawannya melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, di mana BPJS Ketenagakerjaan melindungi pekerja dengan 4 program, yaitu jaminan hari tua (JHT), jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), dan jaminan pensiun (JP).

Rakhmansyah selaku Kepala Disnaker Kota Tangerang menjelaskan, tujuan dari sosialisasi tersebut, adalah agar para pengusaha mau mendaftarkan para pekerja ke dalam BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

“Kami mengundang Kepala Kantor BPJS Wilayah Cikokol, Cimone, dan Batuceper untuk menyosialisasikan berbagai manfaat jika bergabung ke dalam BPJS. Sekaligus meminta data perusahaan mana saja yang masih tidak mengikuti aturan main yang berlaku,” ujarnya.

Selanjutnya, jika masih ada perusahaan yang membandel, maka pihaknya akan lanjutkan data tersebut pada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten khususnya bidang pengawasan untuk penanganan lebih lanjut. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here