Jumat, 14 Desember 2018

Belum Ada Regulasi, Tarif Wisata Pantai Liar

SERANG, (KB).- Tarif masuk beberapa wisata pantai terbuka di Anyer-Cinangka sulit dikendalikan atau liar. Salah satu penyebabnya, belum adanya regulasi atau dasar hukum yang secara jelas untuk mengatur soal tarif wisata pantai terbuka. Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Tahyudin mengatakan, tarif masuk pantai terbuka saat ini memang tidak ada aturan tarif khusus dan juga batasan tarif. Oleh karena itu, tarif yang diberlakukan bergantung pengelola pantai. “Jadi sulit untuk mengendalikan tarif masuk pantai terbuka. Enggak ada batasan tarif soalnya,” kata Tahyudin kepada Kabar Banten, Selasa (26/12/2017).

Ia mengatakan, pihaknya juga tidak mungkin menjaga satu persatu pantai terbuka dan mengawasi tarif masuknya. “Kami enggak ada kekuatan hukum, dasar hukumya apa,” ujarnya. Tahyudin mengatakan, untuk tarif masuk wisata pantai terbuka saat ini memang tidak diatur oleh pemerintah. Oleh karena itu, ke depan pihaknya akan mencoba mengupayakan aturannya agar sesuai dengan harapan. “Kami akan coba mengaturnya seperti apa. Nanti, ada pertemuan khusus dengan mereka, biasanya berapa gitu (standarnya),” ucapnya. Sejak awal, pihaknya sudah mengimbau dan mengingatkan kepada para pengelola pantai terbuka agar tidak menaikkan tarif masuk. Jangan sampai pengelola tersebut ajimumpung dan menaikkan tarif sekehendaknya.

Imbauan tersebut sudah disampaikannya melalui surat. Bahkan pada pertemuan bersama PHRI, pihaknya juga sudah menyampaikan terkait imbauan larangan menaikkan atau menetapkan tarif tinggi untuk masuk wisata pantai terbuka tersebut. “Ibu Bupati juga sudah (mengimbau),” tuturnya.  Tahyudin mengatakan, pihaknya pernah berdialog dengan gubernur November 2017.  Dan dalam kesempatan tersebut juga dibicarakan soal tarif masuk wisata pantai terbuka.Diharapkan ke depan ada kebersamaan difasilitasi oleh provinsi. Jadi, antara Anyer-Cinangka, Pandeglang, ada regulasi dari provinsi, nanti baru diturunkan di daerah, dibuat aturan parkir wisata umum dan karcis masuk.

“Kami juga sudah berdialog dengan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah terkait persoalan yang sering berulang tersebut. Berdasarkan hasil dialog tersebut, kedepannya akan dibuatkan peraturan,” tuturnya.  Jadi, Tahyudin melanjutkan, setelah pergub selesai, baru akan dibentuk perda kabupaten yang mengatur soal tarif pantai terbuka. “Waktu ditanyakan sekarang sedang nyusun pergub dari Dinas Perhubungan Provinsi, kalau urusan parkirkan dari dishub kan,” katanya.

Selama aturannya belum ada, kata Tahyudin, terkait tarif masuk wisata pantai terbuka, dari Dinas Pariwisata bentuknya hanya imbauan karena belum punya regulasi. Kalau sudah ada regulasi, jika ada yang melanggar bisa ditegur. “Jadi memang Perlu ada regulasi supaya mengayomi semua, kita bertindak juga enak ada dasar hukumnya. Sekarang kami hanya mengimbau saja. Kami harap pengelola tempat wisata juga menerapkan sapta pesonanya. Jadi di tempat wisata itu aman, tertib nyaman, indah, bersih,sehat,” tuturnya.

Belum membahas

Sementara, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Mochamad Dana mengatakan, Komisi II memang belum membahas kembali terkait pengaturan tarif masuk tempat wisata teurtama tempat wisata pantai terbuka di wilayah Anyer-Cinangka.  “Tapi memang sebaiknya bupati segera mengeluarkan keputusan terkait biaya masuk itu. Jadi idealnya berapa diatur. Memang kita ketahui pantai itu punya hak orang lain bukan punya pemerintah, tapi ini juga untuk kebaikan pariwisata di daerah kita. Apalagi pengunjung juga ada masyarakat kita, jadi sebaiknya diatur,” ujarnya.

Dana mengatakan, jika lahannya milik pemkab, maka aturan tarifnya sudah ada yaitu perda retribusi jasa umum. “Seperti di tempat wisata Batu Kuwung itu diatur di perda, jadi ada deviden yang masuk ke pemkab,” tuturnya.  Namun, tentang biaya masuk wisata pantai terbuka di Anyer-Cinangka, kata Dana, belum sempat terkomunikasikan. “Mungkin kita nanti bahas bersama dengan Dinas Pariwisata dan hasilnya kita sampaikan ke bupati,” ucapnya.

Kunjungan menurun

Tingkat kunjungan wisatawan selama libur natal tahun ini turun dibanding tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya, cuaca esktrem yang sempat terjadi beberapa waktu lalu dan kondisi alam yang sering berubah. Direktorat Polair Polda Banten, AKP Lis Handaya mengatakan, untuk mengamankan wisatawan selama libur natal dan tahun baru, tim sar BPBD, Basarnas dan juga angkatan laut serta timnya siaga di lokasi. Pihaknya juga punya mata dan telinga di area tempat wisata.  “lifeguard ada groupnya juga. Dari koordinasi lifeguard itu, kami dapat respon dari mereka ada kejadian apapun. Kami terpusat di sini, memang segala peralatan, bantuan menyangkut koordinasinya ada di sini semua,” ujarnya kepada wartawan di lokasi, Selasa (26/12/2017).

Berdasarkan hasil pemantauannya, dua hari lalu jumlah kunjungan wisata ke Pantai Anyer terhitung banyak. Namun untuk Selasa (26/12/2017) kemarin, jumlah tersebut terbilang sedikit. Dia memprediksi potensi kunjungan akan terjadi menjelang tahun baru. “Kalau untuk sekarang ini, mungkin karena habis natalan agak free dulu,” tuturnya. Dibandingkan tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan kali ini terhitung lebih sedikit. Hal itu dikarenakan potensi cuaca yang beberapa waktu lalu sempat terjadi musim badai yang melanda wilayah Indonesia Bagian Barat. Sehingga, berimbas pada kunjungan wisata yang berkurang saat ini. “Dikarenakan mereka sudah pantau situasi alamnya dan sudah enggak bagus,” ucapnya.

Apalagi, awal tahun ini cuaca ekstrem sering terjadi. Beberapa hari belakangan, juga sering terjadi hujan deras. Meski saat ini matahari cukup terik, namun tetap saja cuaca itu sering berubah dengan cepat. “Situasi BMKG kita selalu monitor, via WA juga ada grupnya masing-masing,” tuturnya. Meski demikian, kata dia, untuk saat ini kondisi cuaca terhitung aman. Pihaknya pun belum menerima laporan masuk terkait kejadian-kejadian yang tidak diharapkan. “Semoga sampai seterusnya enggak ada kejadian semoga saja, karena kita memberikan arahan tentang waspada karena cuaca dan situasinya yang mudah berubah,” ucapnya.

Komandan Kapal KG Gakak 3011 Ditpolair Baharkam Polri AKP Tumiyo mengatakan, berdasarkan hasil pantauannya, hingga saat ini kondisi pantai masih kondusif. Pihaknya pun belum mendengar adanya laka laut atau pun hal yang tidak diinginkan. “Mudah-mudahan ke depan juga tidak ada kejadian hal yang tidak diinginkan karena kami selalu pesan supaya lebih hati-hati apalagi terhadap pengelola wisata agar selalu koordinasi dengan petugas yang standby memberikan informasi kepada petugas-petugas yang selalu siap melayani, membantu untuk memberikan bantuan,” ucapnya. Pihaknya pun mengimbau pengelola pantai baik di Anyer maupun Carita agar selalu mengingatkan wisatawannya untuk berhati-hati.

Anggota BPBD Kabupaten Serang Ichsan mengatakan, untuk kunjungan wisatawan sejak 2 hari terakhir terhitung tidak ramai. Bahkan menurutnya dibanding natal tahun lalu terjadi penurunan yang cukup besar. “Jauh, enggak ada setengahnya juga dibanding tahun lalu. Sekarang mah macet juga kaya hari libur biasa,” ujarnya. Pihaknya pun tak menyangkal jika sepinya kunjungan wisatawan kali ini dipicu oleh kondisi cuaca yang tidak stabil. Akibatnya para wisatawan lebih banyak lari ke pegunungan dibanding pantai. Walau demikian, saat ini kondisi laut terhitung bersahabat dibanding mingu lalu. “Kalau minggu lalu mah tinggi. Sekarang bisa dibilang normal,” katanya. (DN/YY)***


Sekilas Info

107 ASN Pemkab Serang di Rotasi, Dua Jabatan Eselon II Kosong

SERANG, (KB).- Sebanyak dua jabatan eselon dua di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, yakni Kepala Badan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *