Rabu, 21 Februari 2018

Belum Ada Perlindungan Antara Guru & Siswa

KASUS kematian guru yang diduga dipukul salah seorang siswanya menampar dunia pendidikan di Indonesia. Bagaimana tidak, peristiwa tersebut terjadi saat pemerintah terus berupaya membenahi berbagai sektor pendidikan. Kejadian tewasnya guru oleh salah seorang siswa, bisa jadi karena sistem pendidikan yang tidak memberikan perlindungan baik bagi guru maupun siswa.

Pengamat Pendidikan dari Universitas Muhamaddiyah Tangerang, Rahmat mengatakan, banyak aspek yang harus dilihat, aspek piskologi sosial, dan lingkungan anak baik di sekolah ataupun di rumah. Saat ini, masih adanya kecenderungan pola pendidikan sekarang ini seperti tidak ada batasan antara guru dan siswa. Belum adanya perlindungan antara guru dan siswa selama ini, sehingga etika menghormati guru tidak diindahkan.

“Sekolah saat ini dihadapkan dengan banyak persoalan, di antaranya lingkungan sosial keluarga siswa, kecanggihan teknologi membuat hilangnya nilai-nilai moral dan agama, sehingga anak menjadi tidak terkendalikan,” katanya saat dihubungi Kabar Banten, Rabu (7/2/2018).

Ia menuturkan, selama ini anak tumbuh berdasarkan pemahaman nilai moral dan perilaku sosial dari apa yang dipelajari di lingkungan. Pola pergaulan siswa di sekolah dan di lingkungan akhirnya saling memengaruhi. Hubungan guru dan siswa hanya dilihat sebagai bonus demografi sumber daya.

“Langkah awal di tengah cermin buram pendidikan. Kembalikan pendidikan kepada musyawarah pendidikan yang sesungguhnya. Hukum tegas bagi penganiaya guru dan edukasi keluarga menuju keluarga yang berkarakter. Pemerintah harusnya menyiapkan lingkungan yang kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan, hubungan antara guru dan siswa di sekolah selama ini belum diatur. Bagaimana etika seorang siswa pada guru terutama untuk tingkat SMA.

“Selama ini, hubungan antara guru dan siswa di sekolah belum diatur, kalau di pesantren sudah, bagaimana tanggung jawab siswa, juga orangtua dan siswa, kalau diperbolehkan. Hak dan kewajiban guru dan siswa dan perlindungan guru dan siswa harus dikaji ulang lagi. Agar tidak terjadi lagi siswa yang menganiaya gurunya atau sebaliknya,” tuturnya. (DE)***


Sekilas Info

Madrasah Siap Ikut UAMBN & USBN

SERANG, (KB).- Siswa madrasah aliyah (MA) dan madrasah tsanawiyah (MTs) akan mengahadapi ujian nasional (UN) pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *