Minggu, 24 Juni 2018

Belum Ada Ketetapan, Tarif Angkutan Umum Mulai Liar

SERANG, (KB).- Penetapan tarif jasa angkutan kota dalam provinsi (AKDP) maupun angkutan kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Pakupatan, Kota Serang hingga saat ini belum ada kejelasan. Sementara, tarif angkutan jelang arus mudik lebaran mulai liar hingga mencekik penumpang.

Kepala Terminal Pakupatan Kota Serang, Rony Yurani mengatakan, kenaikan tarif angkutan mudik lebaran Idulfitri sudah diberlakukan di Terminal Pakupatan oleh sejumlah agen yang ada. Ia menilai, hal tersebut merupakan tradisi yang sering terjadi tiap tahunnya menjelang lebaran.

“Sebetulnya sudah menjadi tradisi kali ya. Sekarang juga sudah mulai ada kenaikan, cuma kenaikannya bertahap. Misalnya ke Jogja biasa Rp 150.000, kini sudah jadi Rp 170.000 bahkan lebih,” ucap Rony saat dihubungi Kabar Banten, Sabtu (2/6/2018).

Rony memprediksi kenaikan tarif tersebut akan kembali melonjak saat memasuki H-7 sampai dengan H-2 lebaran. Akan tetapi, ia meminta agar jangan sampai kenaikan tarif pada arus mudik ini tidak terkendali dan berujung merugikan masyarakat atau penumpang.

“H-7 sampai H-2 mungkin tarifnya sudah mulai tinggi juga. Tapi itu juga tidak boleh sampai melebihi 100 persen, paling di antara 30 sampai dengan 40 persen. Akan kami kontrol,” tuturnya.

Dia mengatakan, pihaknya akan tetap melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai apa saja yang menyangkut jalannya arus mudik liburan. Hasil laporan ke Kemenhub akan mulai rutin dilakukan memasuki H-7 lebaran. “Karena saat sudah H-7 itu mulai melakukan pelaporan ke Kementerian. Mulai dari tarifnya dan semua kegiatan yang ada di terminal,” katanya.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang, Wawan Hermawan mengaku, hingga saat ini belum menerima surat edaran mengenai aturan kenaikan tarif AKAP maupun AKDP pada arus mudik lebaran ini. “Ada batas atas dan batas bawah. Tapi nanti kami lihatlah, karena saya belum menerima jadi belum tahu aturan yang terbaru ini,” ucapnya.

Wawan menuturkan, pihaknya akan menempatkan petugasnya di posko yang akan didirikan di depan Terminal Pakupatan pada H-7 lebaran nanti. Petugas juga siap menerima pelaporan yang diadukan oleh masyarakat di Posko tersebut. “Kalau ada pengaduan pasti kami turun tangan. Sesuai ketentuan sajalah. Selama tidak ada yang melaporkan, artinya tarif masih normal,” ujarnya.

Pemeriksaan kendaraan

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang meminta para pengusaha armada bus, untuk segera melakukan pemeriksaan kendaraan atau ram check. Hal itu sebagai persiapan guna menghadapi arus mudik mendatang.

Kepala Dishub Pandeglang, Dadan Tafif Danial menuturkan, pihaknya sudah melayangkan surat edaran ke seluruh PO bus perihal imbauan untuk melakukan ram check. “Kami membuat edaran ke pengusaha angkutan untuk melakukan pengujian kendaraan. Sambil menunggu arahan dari Kemenhub dan Dishub Provinsi Banten,” ucapnya.

Menurut Dadan, ram check merupakan pemeriksaan yang wajib dilalui semua angkutan bus. Setiap bulan, Dishub sering melakukan pemeriksaan secara berkala. Akan tetapi, menjelang lebaran pemeriksaan itu akan lebih diintensifkan hingga ke pool-pool bus.

“Kami biasa melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan, pengujian berkala sering kami lakukan. Namun kami akan lebih intensifkan menjelang mudik lebaran. Bukan hanya ke pool bus, nanti juga akan ke terminal,” kata Dadan.

Setelah Dishub melewati proses ram check, nantinya setiap bus akan dilabeli stiker yang menyatakan laik jalan. Namun jika ditemukan beberapa masalah, maka PO bus diminta untuk memperbaiki terlebih dahulu. “Nanti akan bekerja sama dengan provinsi dan polres. Setelah dilakukan uji, nanti akan diberi label laik jalan. Kalau tidak, bus itu harus diperbaiki dulu, baru bisa beroperasi lagi,” ucapnya.

Hal hampir senada dikatakan oleh Kabid Angkutan umum Entong Haromaen. Ia mengatakan, dalam pemeriksaan kelaikan kendaraan meliputi lampu, baik lampu sen maupun lampu rem, wiper, klakson, rem, gas, dan mesin. Bahkan, kata dia, ram check juga memastikan kesesuaian nomor mesin dengan surat kendaraan.

“Biasanya, dominasi kerusakan armada angkutan yang ditemukan pada bagian wiper dan lampu. Kalau tahun lalu, kami hanya menemukan 1 armada bus yang tidak laik jalan,” ucapnya. (TM/IF)*


Sekilas Info

Dana Parpol Segera Cair

SERANG, (KB).- Bantuan dana partai politik (parpol) sudah bisa dicairkan pada Juli 2018. Parpol peraih kursi …

One comment

  1. Seharusnya petugas Dishub bertindak proaktif dan jangan hanya menunggu laporan dan pengaduan dari penumpang. Mungkin saja penumpang tidak melapor mungkin karena takut, malas atau tidak tahu kepada siapa melaporkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *