Begini Ketentuan Pelaksanaan Shalat Idulfitri di Kawasan Covid-19

    Umat Islam melakukan ibadah Salat di Masjid Ats-Tsauroh, Kota Serang,Jumat (20/3/2020). Foto Dok/KB

    SERANG, (KB).-Pelaksanaan shalat Idulfitri tahun 1441 H /2020 M berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu karena wabah pandemi Covid-19 yang belum juga menurun di Indonesia.

    Meskipun pemerintah melalui Kementerian Agama mengimbau umat Islam untuk menjalankan shalat Id di rumah, namun MUI Pusat tetap mengeluarkan rambau-rambu atau panduan pelaksanaan shalat Id di kawasan Covid-19.

    Dikutip dari e-book “Panduan Praktis Shalat dan Khutbah Idulfitri saat Wabah Covid-19” terbitan MUI Pusat (Mei, 2020) berikut ketentuan pelaksanaannya.

    Pertama, shalat Idulfitri boleh dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushalla, atau tempat lain bagi umat Islam yang: a). berada di kawasan yang sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktifitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah. b). berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas Covid- 19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasanpedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena Covid-19, dan tidak ada keluar masuk (orang).

    Kedua, shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama yang berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

    Ketiga, pelaksanaan shalat Idulfitri, baik di masjid maupun di rumah harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan, antara lain dengan memperpendek bacaan shalat dan pelaksanaan khutbah. (MH)*

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here