Minggu, 23 September 2018
Jenazah salah seorang terduga begal, Muswanto saat akan dilakukan autopsi di RSUD Malingping, Senin (12/2/2018).*

Begal Motor Tewas Dihakimi Massa

LEBAK, (KB).- Seorang tersangka pelaku pembegalan sepeda motor jenis Honda Beat milik seorang pelajar, di Kampung Cingagoler Tengah, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Senin (12/2/2018) tewas dihakimi massa, dan seorang rekannya mengalami luka-luka yang sangat serius.

Seorang terduga begal diketahui bernama Miswanto warga Kampung Giri Mulyo, Desa Gimawang, Kecamatan Paku Timur, Kabupaten Gumawang Timur Palembang, Miswanto (27) tewas bersimbah darah dan seorang begal lainnya bernama Fransisko (25) warga Kampung BK 10 Desa/Kecamatan yang sama menderita luka serius disejumlah bagian tubuhnya setelah tertangkap massa di Kampung Lame Copong, Desa Karang Kamulyan, Kecamatan Cihara.

Menurut informasi, insiden main hakim sendiri yang dilakukan ratusan massa dari dua desa yakni Desa Panyaungan dan Karang Kamulyan Kecamatan Cihara bermula ketika itu dua orang terduga pelaku begal motor, bernama Fransisko dan Muswanto. Warga Palembang itu melancarkan aksinya merampas sepeda motor yang sedang dikendarai oleh seorang pelajar Rino Saputra bin Supardi, yang akan pulang ke rumahnya di Tanjakan Kiray Kampung Cingagoler.

Korban disalip oleh kedua pelaku yang menggunakan sepeda motor Honda Beat, dengan menodongkan sebilah pisau dan memukul. Akhirnya kedua terduga pelaku berhasil merampas sepeda motor korban dan melaju ke arah jalan raya. Beruntung di belakang korban melintas teman sekolahnya bernama Boby. Kemudian, korban dan Boby mengejar pelaku yang berlari ke arah Malingping sambil berteriak begal begal.

Warga yang mendengar teriakan maling, terus berdatangan dan membantu melakukan pengejaran bahkan sempat dihadang oleh mobil Kades Karang Kamulyan, Mulyadi. Akhirnya, seorang terduga pelaku berhasil ditangkap dan dibawa ke Puskesmas Panggarangan untuk mendapatkan pertolongan medis karena menderita jahitan di kepala sebanyak 17 jahitan dan selanjutnya diamankan ke Polsek Panggarangan.

Massa yang tampak semakin beringas terus melakukan pengejaran hingga akhirnya sekitar pukul 13.45 terduga pelaku kedua berhasil ditangkap dan selanjutnya dievakuasi menuju Kampung Lame Copong. Namun naas dalam perjalanan, massa tak terbendung dan menghakiminya hingga akhirnya tewas.

“Ya benar, identitas terduga pelaku begal yakni Fransisko (25) menderita luka pada bagian kepala dan Muswanto (27) meninggal dua. Kedua pelaku itu warga Kampung Giri Mulyo, Desa Gimawang, Kecamatan Paku Timur, Kabupaten Gumawang Timur, Palembang,” ujar Kapolsek Panggarangan AKP Tatang Warsita kepada sejumlah wartawan.

Polisi Bekuk Perampok Bersenpi

Sementara itu, aparat kepolisian sektor (Polsek) Cipanas berhasil membekuk seorang tersangka kasus perampokan dengan senjata api, Senin (12/2/2018) malam. Selain mengamankan seorang tersangka, polisi juga menyita satu unit kendaraan roda empat yang digunakan tersangka pelaku dalam melakukan aksi perampokan. Aksi perampokan yang dilakukan oleh empat pelaku bersenjata api yang terjadi sekitar Jalan Ir. H. Djuanda, Rangkasbitung, Lebak, Senin (12/2/2018 ) sekitar pukul 17.30, terekam dalam CCTV yang terpasang disekitar lokasi kejadian.

Dalam CCTV yang beredar di masyarakat, nampak empat tersangka pelaku yang berboncengan dua sepeda motor berhenti mendekati mobil korban. Tiga tersangka pelaku yang menggunakan helm langsung mendatangi mobil yang baru ditinggalkan pemiliknya. Seorang tersangka pelaku langsung memeriksa isi mobil, seorang melakukan penjagaan, dan seorag tersangka lainnya nampak mengancam pemilik kendaraan. Setelah berhasil mengambil bungkusan yang diduga berisi uang, ketiga tersangka pelaku itu langsung kabur.

Menurut keterangan korban, dua orang pelaku diduga sudah mengintai korban sejak dari toko yang berada di Pasar Rangkasbitung hingga ke rumah korban yang berlokasi di Kampung Pasir Sukarayat, Blok M, Kelurahan Muara Ciujung Timur. ”Saya pulang dari toko sekitar pukul 17.30. Sampai di depan rumah, ada dua orang menodongkan senjata api kepada saya,” ujar Wendi, korban perampokan.

Dikatakan Wendi, pelaku sempat melepaskan tembakan lalu membawa kabur tas berisikan uang tunai sebesar Rp 5 juta. ”Pelaku lepaskan tembakan satu kali, lalu merebut tas saya,” tuturnya. Salah seorang saksi Udin menyatakan, dirinya mengira ada keributan di rumah korban. Lalu ketika ke luar rumah dirinya ditodong senjata api. ”Awalnya saya kira ada keributan, lalu ketika saya ke luar saya ditodong dengan pistol,” ujarnya.

Kepala Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Rangkasbitung, Ipda Tono Martono mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari korban, pihaknya langsung melihat CCTV dan melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP). ”Setelah menerima laporan kami langsung melakukan pengecekan CCTV dan melakukan penyekatan,” ujarnya.

Ipda Tono Martono menuturkan, seorang yang diduga pelaku telah berhasil dibekuk oleh Polsek Cipanas. ”Pertama pelaku dihadang di sekitar Pengadilan Negeri Rangkasbitung, namun berhasil lolos. Diduga kuat menuju arah Bogor. Kami kemudian berkoordinasi dengan Polsek Cipanas untuk penyekatan. Hasilnya, seorang diduga pelaku dan satu unit mobil berhasil diamankan,” ujarnya.(DH/Lugay/Job)***


Sekilas Info

Ini Cara Bulog Lebak-Pandeglang Jaga Kekompakan Kerja

LEBAK, (KB).- Perum Badan urusan logistik Subdivisi Regional (Bulog Subdivre) Lebak-Pandeglang mengelar acara family gathering, berlokasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *