Sabtu, 20 Oktober 2018

Bedolan Pamarayan, Pesta Rakyat dari Tradisi Lampau

Pamarayan adalah salah satu wilayah Kabupaten Serang yang dikenal dengan bendungan, yakni saluran irigasi sepanjang ratusan meter yang dilengkapi dengan 10 pintu air berukuran raksasa. Diameter setiap pintu hampir 10 meter lebih, yang merupakan bangunan utama. Selain itu juga memiliki dua menara yang terletak di sisi kanan dan kiri bendungan.

Untuk menggerakkan setiap pintu air yang dibuat dari baja tersebut, digunakan rantai mirip rantai motor yang berukuran besar. Sepuluh rantai dikaitkan pada roda gigi elektrik yang terletak di bagian atas bendungan. Roda-roda gigi yang berfungsi untuk menggerakkan pintu air berjumlah puluhan di dalam 30 bok tipe 1, 2 dan 3 (berukuran sedang) dan roda gigi tipe 4 dan 5 (berukuran besar).

Setidaknya ada 20 as kopel berdiameter sekitar tujuh sentimeter dan panjang 1,5 meter sebagai penghubung roda gigi di setiap pintu air. Sarana pengairan untuk lahan pertanian itu, dibangun tahun 1901 sesuai dengan almanak yang tertera pada salah satu pintu air.

Berdasarkan catatan sejarah, pengerjaan proyek bendungan itu selesai 1914 dan air mulai disalurkan 1918. Di samping bendungan itu, terdapat bangunan yang digunakan oleh kolonial Belanda untuk membayar upah para pekerja atau biasa disebut warga sekitar yang sebagian besar menggunakan bahasa Sunda sebagai tempat ”Pamayaran”.

Bendungan Pamarayan merupakan salah satu peninggalan arsitektur masa kolonial Belanda di Banten yang masih kokoh berdiri. Dari peninggalan sejarah yang mencatat kejayaan pembangunan di sektor pertanian tersebut, terdapat tradisi “Bedol Pamarayan” atau yang dalam dua tahun terakhir ini dihidupkan kembali dengan nama “Bedolan Pamarayan”.

Bedol Pamarayan dilakukan setiap tanggal sepuluh bulan sepuluh setiap setahun sekali. Tradisi tersebut dimulai sejak zaman Belanda, untuk mencitrakan bahwa bendungan ini adalah milik rakyat. Bedolan Pamarayan yang di masa lampau menjadi pesta para petani saat memasuki musim tanam, kini menjadi pestanya warga Kabupaten Serang dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Serang.

Sebar 185 ribu ikan

Pada tahun ini atau tahun kedua setelah 10 tahun tak pernah digelar, Pemkab Serang kembali menggelar Bedolan Bendung Pamarayan pada 13 Oktober 2018. Sebelum bedolan dilakukan, sebanyak 185 ribu ikan disebar di hulu bendungan tersebut.

”Rangkaian acara Bedolan Pamarayan dimulai 11 Oktober, diawali dengan gerakan sadar wisata Kabupaten Serang (Gersang). Kegiatannya bersih-bersih lingkungan bersama kelompok sadar wisata, pemuda, kang nong, komunitas peduli wisata, dan masyarakat,” kata Kepala Seksi Promosi Pariwisata pada Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Marisca Theresia.

Tahun ini, dia berharap Bedolan Pamarayan lebih meriah dari tahun sebelumnya. ”Harapannya tentu lebih banyak pengunjungnya, kalau tahun kemarin 1. 000 orang lebih, tahun ini diharapkan lebih meriah,” tuturnya.

Sebelum Bedolan Pamarayan, acara dibuka dengan pembukaan pameran pasar rakyat, yang disi oleh UMKM di Kabupaten Serang, dan dilanjutkan dengan tasyakuran. Pada 12 Oktober, akan diramaikan dengan pentas seni tradisional, yaitu seni angklung, saman, pantingtung, pencak silat, bentrong lesung, seni yalil, seni dzalail, silat kaserangan, pencak silat, debus, tari kreasi FLS2N, pentas bendrong lesung, tari kreasi, pentas banrong, pentas calung, pentas wayang garing, bedug yuda wawacan syeh, dan pentas seni topeng.

”Baru di Sabtu 13 Oktober nya pembukaan bendungan atau bedolannya, kemudian malamnya ada wayang golek dengan dalang Asep Gili Komara. Kami juga menggelar lomba video event dan destinasi, lomba foto event, lomba festival band yang lagu wajibnya harus ada penampilan kreasi musik tradisional,” ujarnya.

Pada 14 Oktober, pengumuman pemenang lomba foto, video dan band,sekaligus penutupan dan bedolan pamarayan ini akan ditutup dengan penampilan ubru ubrug. ”Perbedaan Bedolan Pamarayan tahun ini dengan tahun kemarin itu di pasar rakyat. Kalau dulu expo pameran pembangunan. Tahun ini, kami memang lebih difokuskan ke pasar seni rakyat, di situ juga nanti ada lomba, membatik, membuat gerabah, fashion show batik, itu nanti dari Diskoperindag,” tuturnya.

Untuk mengenalkan acara tersebut ke daerah luar, juga diundang perwakilan dari daerah lain. Di antaranya Dinas Pariwisata dari tujuh kabupaten/kota di Banten dan Kementerian Pariwisata. ”Dari bagian hulu dan hilir kami undang. Kemudian, rencananya juga kami akan undang beberapa kedutaan besar, minimal mereka kan mengajak warga luar negerinya untuk menyaksikan acara bedolan, jadi acara ini bisa go internasional,” ucapnya. (*)


Sekilas Info

Menelusuri Situs Wisata Ziarah di Banten

PROVINSI Banten banyak terdapat objek wisata ziarah yang tersebar di empat kota dan kabupaten. Objek …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *