Minggu, 23 September 2018
Kendaraan dinas bekas milik Pemkab Pandeglang yang parkir dekat gedung setda, rencananya akan dilelang akhir bulan ini.*

Bebani APBD, 226 Kendaraan Dinas Dilelang

PANDEGLANG, (KB).- Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pandeglang akan melelang sebanyak 226 unit kendaraan dinas (randis) bekas yang menjadi beban pembiayaan pajak dalam APBD. Kepala BPKD Pandeglang, Ramadani mengatakan, dari 226 randis yang akan dilelang yakni 54 unit mobil dan 172 sepeda motor.

Ia mengatakan, semua aset randis tersebut adalah milik Pemkab Pandeglang. Data randis tersebut sudah dimasukkan ke Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Sesuai rencana, proses lelangnya paling cepat pertengahan bulan ini atau lambatnya diakhir bulan. ”Soal kisaran harga randis itu akan ditaksir KPKNL sebagai pejabat penilai. Karena KPKNL itu memiliki sertifikasi lelang dan Pemkab hanya menerima penetapan saja. Lelangnya paling lambat sekitar akhir bulan ini,” kata Kepala BPKD Pandeglang, Ramadani kepada Kabar Banten, Ahad (11/2/2018).

Selain itu, lanjut dia, proses lelangnya akan diumumkan langsung lewat website resmi KPKNL.  Ia mengatakan, lelang aset randis merupakan upaya membersihkan barang milik daerah yang sudah tidak terpakai. Sebab, jika tidak dilelang akan menjadi beban Pemkab dari pembiayaan pajak dan lainnya. ”Kalau tidak segera dibersihkan nantinya aset ini terus menjadi beban Pemkab, terutama pembiayaan pajaknya. Ya, intinya ini bagian target untuk menyehatkan neraca, makanya perlu dilakukan lelang,” tuturnya.

Sekretaris Komisi II DPRD Pandeglang, Lukmanul Hakim menyarankan agar bagian aset segera menyelesaikan aset tidak terpakai. Karena aset itu menjadi beban pembiayaan pajak daerah. Akibat aset randis bekas berdampak pada piutang pajak kendaraan. ”Makanya saya mendukung agar semua aset randis bekas harus dilelang. Jika ditunda-tunda beban pajak terus bertambah,” ucapnya. Ia berharap Pemkab segera membayar piutang pajak yang saat ini masih menjadi catatan di BKP RI. ”Kami minta piutang pajak yang belum dilunasi agar segera dilunasi. Kalau tidak dilunasi, masalah aset akan menjadi temuan BPK RI,” katanya. (IF)***


Sekilas Info

Apoteker Tanggap Bencana Siap Bergerak

PANDEGLANG, (KB).- Melihat posisi geogragis wilayah Banten yang merupakan daerah rawan bencana, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *