BAZNAS Provinsi Banten Resmikan Asrama Cendekia

TIGA asrama cendekia Baznas untuk program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) diresmikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten. Ketiga asrama tersebut berada di Jalan Salak RT/RW 01/08, Pasir Indah, dan Jalan Yudistira, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan/Kota Serang.

Hadir pada peresmian itu, Ketua Baznas Provinsi Banten, Suparman Usman, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Wawan Wahyudin, Ketua RT dan RW lingkungan sekitar, serta penerima program SKSS dari berberapa kampus di Banten.

Ketua Baznas Provinsi Banten, Suparman Usman mengatakan, Baznas yang merupakan perwujudan amilin dalam mengumpulkan, mengelola dan mempertanggungjawabkan zakat memiliki beberapa program, di antaranya program konsumtif dan peningkatan kualitas hidup.

“Program SKSS itu diberikan dalam memberdayakan orang miskin supaya dalam keluarga miskin ada minimal 1 sarjana. Diharapkan sarjana ini menjadi pionir menjadi penggerak dikeluarga itu untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Suparman saat memberikan sambutan pada peresmian asrama cendekia di salah satu asrama di Kaligandu, Kota Serang, Jumat (5/10/2018).

Selain asrama, Baznas juga membantu mahasiswa yang menjadi bagian dari program SKSS mulai sari pendaftaran, biaya hidup hingga wisuda. “Tiap tahun SPP mereka itu diberi gratis oleh kami uang bulanan. Jadi mereka kita daftarkan sampai wisuda,” ucapnya.

Ia berharap, mahasiswa penerima program SKSS bisa menjaga nama baik almamater dan keluarga. Selain program itu, pihaknya juga memiliki program untuk lansia dan rumah tidak layak huni (rutilahu).

“Kami diaudit, diperiksa oleh akuntan publik, kami sudah enam kali WTP. Makanya saya tidak sembarangan mengeluarkan dana,” ujarnya.

Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN SMH Banten, Wawan Wahyudin mengatakan, Pendidikan merupakan salah satu dari empat syarat dalam membentuk negara yang madani. Empat syarat itu yakni Ukhuwah Islamiyah, pendidikan yang maju, menyeimbangkan hak dan kewajiban dan penegakan hukum.

“Kalau ini (ukhuwah islamiyah) goyah, misalkan gara-gara Pilpres ya sudah kita tidak berdewasa dalam bernegara. Nah untuk pendidikan, Baznas terpanggil dengan program ini (SKSS), makanya saya bersyukur sekali,” kata Wawan.

Menurut Wawan, antara hak dan kewajiban harus seimbang, sehingga ia mengimbau kepada mahasiswa penerima SKSS untuk meningkatkan kualitas pendidikannya sesuai harapan Baznas.

“Keempat penegakan hukum. Hukum sudah bagus, regulasi sudah bagus di Indonesia ini. Tapi begini-begini saja, ya kitanya yang salah. Makanya hak dan kewajiban harus seimbang,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Siti Aisyah, seorang mahasiswi penerima program SKSS berterima kasih kepada Baznas. Berkat program Baznas, dirinya saat ini bisa menjadi bagian mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN SMH Banten.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Baznas Provinsi Banten. Saya bukan orang yang mampu tapi Alhamdulillah berkat Baznas Provinsi Banten saya bisa berdiri tegak di sini di depan orang-orang hebat,” katanya, sembari menahan haru.

Menurutnya, Baznas memberinya tempat dan uang bulanan yang cukup untuk dirinya dan penerima program SKSS lainnya. “Terima kasih kepada Baznas, bukan hanya memberikan biaya pendidikan tetapi juga biaya hidup dan asrama yang cukup mewah ini,” ujarnya. (Masykur)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here