BAZNAS Kembangkan Kampung Zakat di Banten

SERANG, (KB).- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengembangkan Kampung Zakat di Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Program Kampung Zakat ini merupakan sinergi antara Kementerian Agama (Kemenag), BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Anggota BAZNAS, Nana Mintarti mengatakan kampung zakat yang dikelola Lembaga Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

“BAZNAS bersama Kementerian Agama dan Lembaga-lembaga Amil Zakat yang tergabung dalam Forum Zakat (FOZ) berkomitmen untuk menyejahterakan masyarakat. BAZNAS melakukan assasment pada September di Desa Ciladeun, kemudian programnya langsung berjalan,” katanya.

Ia menambahkan, Kementerian Agama (Kemenag) berharap BAZNAS bisa menjadi leader sector dalam program kampung zakat ini.

Lima aspek

BAZNAS menjalankan program dengan lima aspek perhatian dalam mengembangkan kampung zakat, yakni aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial/kemanusiaan, dan dakwah. Pengembangan program kampung zakat ini murni menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah (zis) yang terkumpul.

Dari aspek ekonomi, BAZNAS bersama BAZNAS Provinsi Banten, dan BAZNAS Kabupaten Lebak berupaya meningkatkan kapasitas para petani di Desa Ciladeun. Ada juga pengembangan olahan pisang dan gula aren.
BAZNAS mengembangkan potensi yang ada di desa tersebut dengan tujuan meningkatkan perekonomian warga setempat. Masyarakat juga diberi bimbingan, pelatihan, dan pedampingan secara terus menerus.

Dalam aspek pendidikan, BAZNAS akan memberikan beasiswa untuk anak-anak di Desa Ciladaeun yang sesuai dengan kategori asnaf penerima manfaat. BAZNAS juga menyediakan sarana air bersih dan layanan kesehatan.
Dari segi dakwah, TPQ dan TPA yang ada di desa tersebut juga akan dikuatkan dengan para dai-dai andal di bidangnya.

“BAZNAS Kabupaten Lebak juga memberikan dana yang digunakan untuk modal bergulir untuk para pedagang kecil ataupun mikro yang ada di desa Ciladaeun, UPZ pun akan didirikan di desa tersebut,” kata Nana.

Tujuh tempat

Terdapat tujuh tempat yang dikembangkan menjadi kampung zakat yang saat ini programnya terus berjalan. Ketujuh kampung zakat meliputi Desa Sidomulyo, Kecamatan Seluma Selatan, Provinsi Bengkulu; Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten; Desa Sulung, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Kemudian Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat; Desa Jenilu Kecamatan Kakuluk Mesak, NTT; Desa Talaga Jaya, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara; dan Desa Harapan Jaya, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Sementara itu, di tempat yang berbeda pada peresmian kampung zakat di Desa Sulung, Kecamatan Sijangkung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Muhammadiyah Amin mengatakan, kerjasama ini merupakan upaya kerjasama untuk memberdayakan masyarakat di daerah “3T” (terdepan, terluar, dan tertinggal), dengan menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah.

“Semoga pemberdayaan yang dilakukan Kementerian Agama dengan BAZNAS dan lembaga amil zakat lainnya ini bisa terus berkelanjutan dan memberikan dampak yang baik untuk masyarakat. Ini merupakan upaya agar tidak ada kesenjangan yang terlalu jauh antara wilayah perbatasan dengan negara tetangga,” katanya. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here