Rabu, 16 Januari 2019

Baznas Banten dan Ikro Lebak Selatan Bangun Rumah Tak Layak Huni di Ciherang

LEBAK, (KB).- Baznas Provinsi Banten menggelar kegiatan bedah rumah tidak layak huni milik pasangan Jaya dan Unu di Kampung Ciherang RT 001 RW 003 Desa Ciherang Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Kegiatan sosial ini bekerja sama dengan Ikatan Rohis (Ikro) Lebak Selatan, Babinsa Ciherang, Koramil Bayah, dan Warga Kampung Ciherang.

Pendamping proyek bedah rumah, Nenta, menjelaskan kegiatan sosial tersebut digelar dari 28 November – 15 Desember 2018. “Jadi, biaya bedah rumah itu berasal dari Baznas Banten. Sementara Ikatan Rohis (Ikro) Lebak Selatan, Babinsa Ciherang, Koramil Bayah, dan Warga Kampung Ciherang membantu dari segi tenaga,” kata pembina Ikro Lebak Selatan ini kepada Kabar Banten, Minggu (16/12/2018).

Oleh karena itu, Nenta menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak terkait, khususnya Baznas Banten, yang telah mengamanahkan program bedah rumah tidak layak huni kepada Komunitas Ikro Lebak Selatan. “Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Ciherang yang telah bahu membahu bergotong royong membangun rumah Bapak Jaya dan Unu yangg sudah tidak layak huni,” katanya.

Kepala Desa Ciherang Jumhadi menilai program bedah rumah Baznas Banten yang dilaksanakan di Kampung Ciherang ini dapat meringankan beban desa dan mengurangi angka kemiskinan di Desa Ciherang. “Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas Banten,” katanya.

Sementara itu, Jaya dan Unu menyatakan sangat bersyukur dengan adanya program bedah rumah Baznas Banten ini. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada Ikro Lebak Selatan, Warga Kampung Ciherang, Babinsa Ciherang dan Koramil Bayah yangg telah membantu dengan sukarela dan Ikhlas tanpa pamrih.

“Kami sangat senang dan bahagia. Ini merupakan kado yang sangat Istimewa bagi kami di akhir tahun 2018, karena sudah berpuluh tahun kami hidup dalam rumah yang sangat memperihatinkan,” kata Jaya. (KO)*


Sekilas Info

Siti Halimah, Empat Tahun Mengidap Tumor

Berat rasanya digayuti tumor. Apalagi sudah berlangsung sejak lama. Sejak empat tahun lalu Siti Halimah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *