Bayi Perempuan Ditemukan di KSB, Pasutri Asal Pandeglang Resmi jadi Orangtua Asuh

Wali Kota Serang Syafrudin didampingi Ade Jumaiah menyerahkan langsung bayi perempuan yang ditemukan warga di Kawasan Kota Serang Baru, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (18/10/2019) kepada orangtua angkatnya, pasangan Ari James Faridi dan Fitriana warga Pandeglang yang terpilih setelah mengikuti seleksi di Dinsos Kota Serang bersama P2TP2A, LPAl, dan lembaga instansi terkait lainnya.

Setelah melalui proses dan seleksi yang cukup panjang, akhirnya pasangan suami istri (Pasutri) asal Kabupaten Pandeglang Ari James Faradi dan Fitriana Damayanti. Secara resmi menjadi orangtua angkat bayi perempuan yang ditemukan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Perumahan Permata Hijau, Kawasan Kota Serang Baru (KSB), Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, beberapa waktu lalu.

Ari mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang yang telah memercayakan mengadopsi bayi tersebut. “Alhamdulillah, sebuah amanah dari Allah, kami juga ucapkan terima kasih kepada Wali Kota dan ibu Wali Kota Serang telah memercayakan untuk merawat bayi ini. Meski melalui proses seleksi yang ketat kami sangat bersyukur,” katanya, saat ditemui di RSUD Banten, Jumat (18/10/2019).

Ia berjanji untuk merawat bayi perempuan dengan penuh kasih sayang layaknya anak kandung sendiri. “Insyaallah kami akan mengurus anak ini dengan sungguh-sungguh dan menganggap sebagai anak kandung kami sendiri. Anak ini adalah anugerah bagi kami,” ujarnya.

Ari dan istrinya akan melakukan prosesi syukuran sesuai dengan syari’at Islam. Selain itu, dia juga sudah menyiapkan nama bayi perempuan tersebut. Namun, dsia enggan untuk menyebutkannya di hadapan awak media. “Namanya sudah ada, tapi belum bisa disebutkan. Mungkin lain waktu setelah melalui syukuran dulu, akikah, dan proses lainnya,” ucapnya.

Penyerahan bayi perempuan tersebut, juga dilakukan langsung oleh Wali Kota Serang Syafrudin dan istri Wali Kota Serang Ade Jumaiyah. Disaksikan juga oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Ikbal serta Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten Danang Hamsah Nugroho.

Baca Juga : Penemuan Bayi Perempuan, 70 COTA Siap Adopsi

Wali Kota Serang Syafrudin menjelaskan, tujuan dari seleksi dan sejumlah persyaratan tersebut, untuk memastikan bayi diadopsi oleh orang yang bertanggung jawab. Hasil tersebut dilakukan oleh pihak rumah sakit, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB).

“Dan alhamdulillah, pasangan ini berhak menjadi orangtua angkat dari bayi tersebut. Proses seleksi ini juga sangat panjang, kami pun melakukannya secara benar. Sebab, kami tidak ingin bayi ini berada di tangan yang tidak tepat. Kami ingin yang bertanggung jawab dan menyayangi serta merawatnya dengan baik,” tuturnya.

Dalam proses seleksi tersebut, kata dia, calon orangtua angkat (COTA) harus menempuh beberapa persyaratan, di antaranya permohonan izin pengangkatan anak kepada instansi sosial provinsi, surat keterangan sehat dari rumah sakit pemerintah, dan surat keterangan kesehatan jiwa dari dokter spesialis jiwa atau dari rumah sakit pemerintah.

Selanjutnya, surat keterangan tentang fungsi organ atau reproduksi dari dokter spesialis obstetri dan surat keterangan bebas narkoba dari rumah sakit pemerintah. Adapun yang lainnya foto kopi akta kelahiran serta surat keterangan catatan kepolisian setempat termasuk usia pernikahan. “Dan kedua orangtua angkat ini belum mempunyai anak dan usia pernikahannya sudah 16 tahun,” katanya.

Selama proses seleksi, ujar dia, sebanyak 72 COTA telah mendaftar untuk mengadopsi anak tersebut. Namun, dari jumlah tersebut, mereka tidak mampu memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. “Yang dipilih itu, tidak punya anak, usia pernikahan minimal 15 tahun, dan ekonominya mapan. Bertanggung jawab dan pak Ari ini yang memenuhi syarat itu semua,” ucapnya. (Rizki Putri/Yandri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here