Bawaslu Didorong Bentuk Relawan Anti Hoax Pemilu

SERANG, (KB).- Praktisi pers yang juga Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat (Kabar Banten) Rachmat Ginandjar mendorong Bawaslu Provinsi Banten untuk membentuk relawan anti hoax pemilu. Pembentukan relawan anti hoax pemilu dianggap penting berkenaan dengan maraknya hoax mengenai politik atau yang berkenaan dengan pemilu.

“Saya pikir itu (relawan anti hoax pemilu) penting berkenaan maraknya hoax sekarang ini. Relawan anti hoax pemilu diharapkan lebih fokus menangani hoax,” kata Rachmat Ginandjar saat menjadi narasumber dengen tema ‘Jurnalisme dan Hoax” pada “Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi untuk Bawaslu Banten dan Bawaslu kabupaten/kota” di Hotel Le Dian, Rabu (27/2/2019).

Pria yang akrab dipanggil Ragin tersebut mengatakan berdasarkan data terbaru hoax hasil pemantau Mafindo di media sosial (medsos), dalam tiga bulan (Juli-September 2018) jumlah berita hoax mencapai 230 konten.

Jika diperinci, hoax politik 58%, hoax sara 7,39%, hoax lalu lintas 6,96%, dan hoax kesehatan 5,2%. “Hoax tersebar dalam bentuk gabungan narasi dan foto. Media yang mendominasi hoax Facebook 47, 83%, tweeter 12,17%, whatsapp 11,74%, dan youtube 7,83%,” kata Ragin.

Ia mengatakan dengan adanya relawan anti hoax pemilu diharapkan penanganan hoax bisa lebih terfokus dan pembinaan lebih serius. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa relawan anti hoax mampu menekan penyebaran hoax secara signifikan

“Relawan ini bisa berasal dari masyarakat atau komunitas-komunitas,” katanya.

Tips tangkal hoax

Ragin memberikan tips cara menangkal hoax yakni dengan menggunakan rumus “4 C”. Yakni cermati dengan mencermati kesinambungan judul dan isi berita, cermati apakah penggunaan bahasanya etis, dan cermati apakah waktu yang ditampilakn pasti atau atau tidak pasti, misalnya “kabarnya” atau “katanya”

Kedua, yaitu cek dengan mengecek sumbernya apakah pers terverifikasi atau pers abal-abal/akun palsu, cek tanggal berita apakah tanggal aktual/terjadi saat ini, cek keaslian dan keaktualan foto dengan cara drag ke google image.

Ketiga cari. Yaitu cari (cari perbandingan berita pada sumber yang terverifikasi Dewan Pers, cari klarifikasi yang dikeluarkan pers/lembaga/forum antihoax yang diakui pemerintah.

Keempat yakni cepat. ”Cepat beritahu fakta kepada kerabat yang menyebarkan berita bohong, cepat laporkan berita hoax dan sertakan faktanya, cepat hapus berita hoax apabila terlanjut menyebarkannya pada media sosial,” ucapnya.


Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Banten Sam’ani mengatakan “Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi untuk Bawaslu Banten dan Bawaslu kabupaten/kota” ini mengangkat tema “Membangun Jurnalisme Badan Pengawas Pemilu yang Informatif dan Edukatif”.

“Pelatihan ini bertujuan memberikan pembekalan kepada anggota Bawaslu bagian Humas, Data dan Informasi dan staf, agar bisa membuat berita kegiatan Bawaslu di daerahnya masing-masing dan diposting pada website resmi Bawaslu,” katanya.

Ia menuturkan dengan dibekali pengetahuan, teori jurnalistik, peserta pelatihan bisa menerapkan untuk kepentingan penyebarluasan informasi Bawaslu ke masyarakat baik melalui website resmi Bawaslu maupun dalam menyampaikan informasi kepada media massa.

“Dengan pembekalan jurnalistik, fotografi, dan teknik penulisan berita atau dalam bentuk siaran pers, kegiatan Bawaslu bisa tersosialisasikan secara optimal kepada masyarakat. Ini juga bagian dalam mendorong masyarakat turut mengawasi pemilu,” katanya.

Sam’ani mengatakan acara pelatihan berlangsung sejak Selasa (26/2/2019) hingga Kamis (28/2/2019) dengan menghadirkan empat narasumber.

Selain Rachmat Ginandjar, nara sumber lainnya dalam pelatihan tersebut adalah Aditya Ramadhan (Konvergensi Media Massa), Ukon Furqon Sukanda (fotografi), Pemimpin Redaksi HU Kabar Banten Maksuni Husen (Jurnalistik Bawaslu).

“Pelatihan ini tahap awal, nanti insya Allah ada lanjutannya,” kata mantan anggota KPU Tangerang Selatan ini. (Rifat Alhamidi)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here