Rabu, 26 September 2018
Warga menunjukkan tumpukan sampah di pinggiran Jembatan Cigodeg, Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, Jumat (23/2/2018).*

Bau Menyengat di Jembatan Cigodeg

Warga Kecamatan Petir mengeluhkan tumpukan sampah yang berada di pinggir ruas jalan raya, tepatnya di pinggir Jembatan Cigodeg, Kampung Cigodeg, Desa Tambiluk, Kecamatan Petir. Sebab, sampah yang menumpuk itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup menyengat.

Seorang warga sekitar Oman Sumantri mengatakan, tumpukan sampah itu dikeluhkan warga karena sangat mengganggu lingkungan. Semakin hari tumpukan sampah tersebut selalu bertambah banyak.”Para pengendara pun mengeluhkan kondisi tersebut. “Warga yang lewat mengeluhkan tiap hari, jadi enggak indah lah,” ujarnya kepada Kabar Banten, Jumat (23/2/2018).

Oman yang merupakan mantan Ketua KNPI Kecamatan Petir tersebut menjelaskan, lokasi sampah itu berada persis di tepi jalan di Jembatan Cigodeg. Setiap pagi, volume sampah terus bertambah. Padahal, lokasi tersebut berada tidak jauh dari kantor Kecamatan Petir. “Enggak tahu siapa yang buang sampahnya, malam atau pagi-pagi kayanya buang sampahnya,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya pun meminta kepada pemerintah kecamatan untuk melakukan upaya sosialisasi atau pembinaan kepada kepala desa terkait sadar lingkungan. Agar masyarakat sekitar bisa membuang sampah pada tempatnya. “Atau dibuatkan bak sampahnya oleh pemerintah gitu,” ucapnya.

Dari tahun ke tahun, masalah sampah di lokasi tersebut memang tidak pernah ada solusi dan sering terbiarkan. Jika terus dibiarkan, maka volume sampah itu akan semakin banyak. Terlebih lokasinya dekat dengan aliran sungai, jika kemudian jatuh ke sungai, tumpukan sampah itu akan menjadi masalah besar. “Dari tahun ke tahun seperti itu,” ujarnya.

Program prioritas

Ketua Forum Pemuda Peduli Lingkungan (P3LH) Fathurahman mengatakan, pengelolaan sampah sebenarnya sudah menjadi program prioritas di Kabupaten Serang. Namun realisasinya hingga saat ini masih nihil. “Yang saya lihat adalah pemerintah tidak serius dalam hal penanganan sampah di Kabupaten Serang,” tuturnya.

Tidak seriusnya pemerintah dalam mengelola sampah tersebut, terlihat dari pembuangan sampah yang masih ke TPA Cilowong, milik Kota Serang. Sehingga, Kabupaten Serang harus membayar retribusinya. “Kami mendorong Kabupaten Serang segera merealisasikan TPST demi kepentingan masyarakat Kabupaten Serang,” katanya. (Dindin Hasanudin)***


Sekilas Info

Hari Ini, Pendaftaran CASN Secara Online Dibuka

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan tahap pendaftaran calon aparatur sipil negara (CASN) dibuka mulai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *