Selasa, 21 Agustus 2018
Sungai Cidurian Tercemar

Bau Menyengat dari Sungai Cidurian

Sungai Cidurian kembali menghitam dan menimbulkan bau yang menyengat sejak 3 hari terakhir. Kondisi tersebut diduga akibat buangan limbah industri dari perusahaan di wilayah Kecamatan Cikande. Warga sepanjang bantaran Sungai Cidurian mengeluhkan kondisi aliran sungai yang kembali menghitam dan berbau menyengat tersebut. Aliran Sungai Cidurian melintasi beberapa kecamatan.

Pantauan Kabar Banten, sepanjang aliran Sungai Cidurian tersebut mulai dari Cikande hingga ke Binuang tampak sudah menghitam. Saat didekati, baunya air sangat menyengat. Namun, di pinggiran sungai tersebut, tampak beberapa warga sedang menangkap ikan menggunakan jaring. Ikan di sekitar sungai tersebut, tampak berada di permukaan air.

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Renged, Kecamatan Binuang, Lumii mengatakan, aliran Sungai Cidurian telah menghitam sejak Senin (7/1/2018) lalu. Diduga menghitamnya aliran sungai tersebut, karena adanya pencemaran limbah dari perusahaan di Cikande. “Dari mulai Cikande sudah hitam,” katanya kepada Kabar Banten di kantor.

Ia menuturkan, kondisi seperti saat ini bukan hal baru buat masyarakat sekitar. Sebab, tiap kali musim kemarau tiba kondisi tersebut sudah pasti terjadi. Dalam setahun bisa saja lebih dari tiga kali terjadi pencemaran aliran sungai. “Sudah ada dua tahunan mah, kalau surut saja pasti begitu, tapi kalau banjir mah enggak hitam dan bau,” ujarnya.

Aliran sungai tersebut melintasi banyak kecamatan, di antaranya Cikande, Binuang, Carenang, dan Tanara, sedangkan untuk desa, ada Desa Parigi, Songgom, Koper, Renged, dan Cakung. Selain wilayah tersebut, dampak dari aliran sungai tersebut dirasakan oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang. “Itu yang pasti kena dampak. Tangerang juga kena, karena perbatasan,” ucapnya.

450 hektare sawah terdampak

Selama ini, aliran sungai tersebut sering digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan, seperti mandi, mencuci, mengairi pertanian, bahkan untuk bahan baku air PDAM. Akibat adanya pencemaran tersebut, masyarakat tidak dapat lagi menggunakan air tersebut untuk memenuhi keperluannya. “Untuk Desa Renged saja ada sekitar 450 hektare sawah yang terdampak. Belum daerah lainnya. Sawah mah, walau ada diesel juga sudah enggak pernah narik air dari sungai, karena enggak bagus buat pertanian juga. PAM keganggu, jadinya pakai air sumur sekarang,” tuturnya.

Selain mengganggu dalam penggunaannya, bau air limbah tersebut juga sangat menyengat. Padahal, di sekitar sungai tersebut banyak masyarakat yang tinggal. Bukan hanya rumah, namun banyak juga sekolah dan madrasah yang ada di bantaran sungai tersebut.  Pihaknya khawatir, jika terus dibiarkan, maka akan berakibat pada kesehatan. “Mana banyak anak-anak, jadi bahaya takut keracunan, apalagi kalau punya penyakit pernapasan,” katanya.

Ia mengatakan, di aliran sungai tersebut juga tampak ikan-ikan yang mati. Sementara, banyak warganya yang sering menangkapi ikan tersebut untuk kemudian dikonsumsi. “Enggak tahu beracun apa enggaknya, karena belum pernah ada yang laporan keracunan mah. Di sana juga banyak pihak kesehatan, seperti Posluhdes yang dekat bantaran sungai. Mungkin mereka lebih tahu soal itu,” ujarnya.
Warga Desa Renged lainnya, Nakhroni menuturkan, selama ini masyarakat sudah banyak yang menyampaikan keluhannya terkait permasalahan yang menahun tersebut.

Namun, hingga saat ini permasalahan tersbeut tampak seperti belum ada solusi dan selalu saja terjadi saat kemarau tiba. “Sudah lapor mah, tapi ya gitu. Sebenarnya pas banjir juga limbah itu dibuang, tapi enggak kelihatan seperti saat kemarau ini,” ucapnya. Ia berharap, pembuangan air limbah ke aliran sungai tersebut bisa segera dihentikan. “Pengennya mah limbah itu distop jangan dikeluarin di sungai, karena sangat mengganggu kasihan orang pinggiran. Apalagi banyak anak-anak takut terganggu, karena kesehatan,” tuturnya. (Dindin Hasanudin)***


Sekilas Info

LAZ Harfa Banten Gelar Sholat Ghaib dan Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok

SERANG, (KB).- Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten menggelar sholat ghaib dan doa bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *