Jumat, 22 Februari 2019

Batu Selendang Dayang Sumbi di Tahura Djuanda Bandung

Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda Bandung, Jawa Barat, kembali menyuguhkan objek wisata baru yaitu Batu Selendang Dayang Sumbi. Batu Selendang Dayang Sumbi dapat terlihat karena air sungai Cikapundung sedang surut.

Kepala Tahura Djuanda Lianda Lubis mengatakan, Batu Selendang Dayang Sumbi berasal dari lava Gunung Tangkubanparahu ribuan tahun lalu. Batu mirip corak batik itu hanya berada di Indonesia dan teksturnya mirip batu di Hawai.

Pengelola Tahura Djuanda telah memperbaiki akses jalan menuju Batu Selendang Dayang Sumbi sehingga saat ini pengunjung dapat melakukan swafoto di akses jalan tersebut.

“Kami sudah buat jalan ke bawah yang bagus, ada tangga untuk selfie di Batu Selendang Dayang Sumbi. Batu Selendang Dayang Sumbi ini semacam batu lava dari Gunung Tangkubanparahu sekira 10.000 tahun lalu. Teksturnya mirip batuan di Hawaii. Di Indonesia, cuma satu, hanya ada di sini,” kata Lianda Lubis dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, Selasa 5 Februari 2019.

Tahura Djuanda akan jadi BLUD

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan Tahura Djuanda akan dikembangan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) oleh pemerintah provinsi.

“Langkah-langkah ke depan supaya lebih fleksibel dalam pengembangannya, Tahura akan dikembangkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah. Sekarang dalam proses. Oleh karena itu, semua stakeholder harus proaktif,” kata Iwa Karniwa seusai memimpin apel pagi di Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Senin 4 Februari 2019.

TAHURA Djuanda/DOK. PR

Direncanakan, pengembangan Tahura menjadi BLUD selesai dalam tiga bulan pertama tahun 2019 ini dan proses pembentukan BULD sudah mulai dirintis.

“Saya sudah disposisikan kepada Biro Organisasi supaya pada triwulan pertama ini harus menjadi BLUD, supaya kerja samanya kepala balai nanti lebih fleksibel,” katanya seperti diberitakan Antara.

Menurut Iwa Karniwa, langkah ini ditempuh dalam rangka mendukung target Jawa Barat untuk memiliki hutan seluas 12.000 hektare. lahan tidak produktif akan dihutankan kembali oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Perhutanan bekerja sama dengan Dinas Kehutanan.

Dengan upaya ini, diharapkan pada tahun 2019, penggantian lahan akan rampung paling tidak 7.000 hektare sebagai tahap pertama. (Yusuf Wijanarko/PR)*


Sekilas Info

Pemprov Banten Berharap Kunjungan Wisatawan Cina Meningkat

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berharap kunjungan wisatawan asal Cina ke Banten meningkat. Sebab, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *