Batu Kalimaya, Permata Banten yang Mendunia

Meski era Batu Akik mulai meredup, namun keindahan batu permata Kalimaya asal Kabupaten Lebak, Banten, rupanya masih menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmatnya. Tak hanya penikmat lokal, kolektor luar negeri pun masih mencari batu Kalimaya yang memiliki lima warna tersebut. Bahkan, di China dan Jepang batu Kalimaya dijadikan Cincin Perkawinan.

Mr Han, pria asal negeri Tirai Bambu rela bermalam dilokasi galian batu Permata Kalimaya berhari-hari. Siang dan malam, laki-laki yang mengaku berkerja sebagai instruktur beladiri Wing Chun itu tak jenuh ikut bergabung dengan para tengkulak yang menunggu munculnya penambang dari dalam lubang Kalimaya. Dengan harapan, para penambang membawa hasil Rouge atau bahan Batu Kalimaya dengan kualitas tinggi.

Juru bicara Mr Han, Amir Kudsi mengatakan, keindahan Kalimaya membuat Mr Han jatuh hati. Sejak mengenal permata Kalimaya dua tahun lalu, Mr Han sampai detik ini gemar mengoleksinya, sampai-sampai di lemari khusus yang disediakan untuk menyimpan batu Kalimaya sudah tersimpan sekitar 300 jenis batu Kalimaya.

“Mr Han mengaku mencintai batu Kalimaya sejak dua tahun lalu. Saat itu, tanpa sengaja ia berkunjung ke Indonesia dalam rangka menjadi wasit turnamen Kungfu. Saat mengisi waktu luang, Mr Han melintas ke kawasan Rawabening. Disitulah ia pertama kali melihat kilauan batu Kalimaya. Dari situlah Mr Han mulai rajin mengunjungi lokasi galian batu Kalimaya yang ada di Kabupaten Lebak,” ujar Amir Kudsi menceritakan pengalaman Mr Han mengenal batu Kalimaya.

Multi warna

Ketua Asosiasi Kalimaya Rangkasbitung (AKRAB), Alyahya mengatakan, di dalam batu Kalimaya terdapat multi warna mulai dari Merah, Biru, Hijau, Kuning dan Violet. “Ada tujuh kelas batu Kalimaya yang saat ini banyak diburu kolektor, di antaranya Black Opal, Kristal, Black Abu, Black Teh, Black Sempur, Bunglon dan Ruyung,” ujarnya.

Ia mengatakan, dari ketujuh kelas tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing masing. Hanya saja, berdasarkan pengujian dari laboratorium, tingkat kekerasan batu Kalimaya hanya sekitar 5,6 moh, yang berarti batu Kalimaya dalam kategori mudah pecah. “Kekurangannya hanya satu, batu Kalimaya mempunyai tingkat kekerasan sekitar 5,6 moh, sehingga dikategorikan mudah rapuh,” jelas Alyahya.

Lantas berapa kisaran harga batu Kalimaya asal Banten dipasaran? harga Kalimaya tidak ada standarnya. Karena semakin bagus kualitasnya, semaki tinggi pula harganya. Untuk menentukan harga batu Kalimaya bisa dilihat dari kualitas Jarong atau kembang serta didukung oleh variasi jumlah warnanya. “Tidak ada standar harga di Kalimaya, semakin banyak warnanya, semakin mahal harganya,” kata Alyahya, Jumat (13/9/2019).

Ia mengatakan, tingginya harga batu Kalimaya sangat wajar. “Untuk mendapatkan batu Kalimaya dibutuhkan perjuangan yang  besar. Bahkan tak jarang  taruhannya nyawa, karena para penambang harus masuk ke dalam lubang berukuran 3×3 meter dengan kedalaman 15 sampai 30 meter,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama berhari hari para penambang berada dalam lubang galian Kalimaya. Terkadang para penambang tidak mendapatkan hasil alias tidak mendapatkan bahan batu Kalimaya. Padahal, para penambang sudah berhari hari bermalam mencari Kalimaya didalam lubang galian.

“Jika kualitasnya bagus, maka harganya mahal. Dan hal itu sangat wajar, karena penambang terkadang tidak mendapatkan hasil, meski sudah berhari hari didalam lubang,” ungkap Alyahya. (Lugay/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here