Batik Pandeglang Masuk Kemenkumham

Kepala Kantor Kemenkumham Banten, Dewa Putu Gede mengenakan batik motif Pandeglang saat bertemu Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita di Pendopo Pandeglang, Rabu (23/5/2018).*

PANDEGLANG, (KB).- Sebanyak 14 motif batik khas Kabupaten Pandeglang sudah masuk daftar resmi di
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Dengan masuknya data batik tersebut, maka batik asal Pandeglang memiliki kekuatan hak cipta yang tidak bisa diklaim daerah lain, apalagi negara lain.

Sementara itu, ke-14 motif batik tersebut adalah motif Pandeglang Berkah, Pandeglang Lumampah, Pandeglang Tawadhu, Jojorong Sapasung, Kaceprek Sapalengpeng. Kemudian motif Kadu Sakangkot, Gula Kaung Sakojor, Rampak Bedug, Taleus Sabeuti Pandan Sadapur, Puteuy Sapapan Jengkol Sapalekpek, Leuit Salisung Pare Sapocong, Badak Sacula, Kacapi Saruntuy, dan Cangkaleng Sasiki.

Kepala Kantor Kemenkumham Banten, Dewa Putu Gede mengatakan, salah satu tugas Kemenkumham yakni mendorong seluruh daerah agar mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (Haki) daerahnya. Karena dengan terdaftarnya di Kememkuham, maka Haki tidak dapat diklaim daerah lain.

“Nanti jika sudah diklaim daerah lain, bukan salah mereka. Tetapi kita yang terlambat mendaftarkan Haki untuk memperoleh legalitas,” kata Kepala Kanwil Kememkumham Banten, Dewa Putu Gede saat berkunjung ke Bupati Pandeglang Irna Narulita di Pendopo, Rabu (23/5/2018).

Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua DPRD Pandeglang Duriat, Asda I bidang Pemerintahan, Agus Priyadi Mustika, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Ramadani, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Andi Kusnardi, Kabag Umum Puji Widodo, dan Kabag Hukum Entus Bakti.

Dalam kesempatan tersebut, Dewa melanjutkan, untuk mendaftarkan hak cipta suatu merek atau brand dan karya adalah sangat penting. Karena kalau sudah terdaftar aset kreatif milik daerah bisa dilindungi. Jika daerah merasa acuh dalam mengurus hak cipta akan berujung pada penyesalan. Sebab nanti suatu saat ketika karya itu menjadi besar, terkenal dan luas, tiba-tiba ada yang mengklaim.

“Silakan daftarkan karya kreatif itu sebanyak-banyaknya. Mungkin ada produk unggulan kopi, gula, kolang-kaling. Jika memang di daerah lain ada, namun ada nama tersendiri sebagai pembeda. Misalnya kolang kaling si cula satu,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, mendaftarkan Haki merupakan identitas yang sangat Penting. Salah satunya motif batik di Pandeglang ini yang cukup banyak. “Perajin kami banyak sekali hampir 70 motif. Ini yang didaftarkan baru 14 motif, nanti sisanya bisa menyusul,” kata bupati.

Untuk motif batik Pandeglang, lanjut Irna, sangat beragam namanya. Tidak sedikit motif batik yang dibuat berdasarkan akar budaya. Dirinya meyakini, jika melestarikan akar budaya adalah tugas seluruh komponen bangsa. Akar budaya itu bisa dituangkan dalam sebuah motif batik.

“Sehingga orang bisa tau akar budaya yang ada di daerah Pandeglang. Jika tidak dilestarikan bisa saja akan punah,” ucapnya. Irna berharap, tidak hanya batik, namun produk unggulan Pandeglang lainnya dapat segera didaftarkan di Kemenkumham. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here