Batik Lebak Chanting Pradana ‘Banjir’ Orderan

Salah satu motif Batik Lebak Chanting Pradana.*

Batik Lebak Chanting Pradana di Desa Bojong Leles, Kecamatan Cibadak, banyak mendapatkan pesanan masyarakat untuk digunakan di berbagai kegiatan formil, seperti rapat dan pesta pernikahan. Produksi batik Lebak memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri dan berbeda dengan batik-batik lain di Tanah Air.

Desain batik Lebak terdapat 12 motif dan mengandung makna juga filosofi sesuai budaya masyarakat Baduy dan budaya masyarakat Kaolotan. 12 motif batik Lebak itu di antaranya Motif Seren Taun, Motif Sawarna, Motif Gula Sakojor, Motif Pare Sapocong, Motif Kahirupan Baduy, Motif Leuit Sijimat, Motif Rangkasbitung, Motif Caruluk Saruntuy, Motif Lebak Bertauhid, Motif Angklung Buhun, Motif Kalimaya dan Motif Sadulur.

Pengrajin Batik Lebak Chanting Pradana, Umsaroh mengatakan, selama ini permintaan batik Lebak chanting pradana bukan hanya Aparatur Sipil Negara (ASN), BUMN dan pelajar. Namun, saat ini batik tersebut diminati masyarakat, karena sangat cocok untuk dijadikan pakaian resmi, seperti pesta pernikahan dan lainnya.

Tingginya permintaan batik Lebak Chanting, kata dia, berkat promosi yang difasilitasi pemerintah Kabupaten Lebak serta media. “Kami merasa kewalahan melayani permintaan konsumen, termasuk yang melakukan pesanan melalui sistem online,” ujarnya.

Umsaroh mengatakan, saat ini permintaan batik Lebak menembus luar daerah, di antaranya Tangerang, Serang, DKI Jakarta dan Bogor. Bahkan, Bupati Iti Octavia belum lama ini mempromosikan batik Lebak di Jepang dan Rusia.

Untuk harga, kata dia, batik Lebak Chanting dengan bahan dari katun dijual Rp 125.000 dan bahan sutra Rp 800.000 per potong. Karena tingginya permintaan batik tersebut, pihaknya menyerap sebanyak 60 tenaga kerja dari warga setempat yang diantaranya kalangan pemuda dan ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah, saat ini kami memperoleh penghasilan rata-rata Rp100 juta per bulan. Kami akan terus meningkatkan kualitas, sehingga bisa membantu ekonomi masyarakat setempat. Kami optimistis produksi kerajinan batik Lebak menembus pasar domestik hingga mancanegara,” ujar Umsaroh, kepada Kabar Banten, Rabu (27/11/2019).

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Dedi Rahmat mengatakan, saat ini usaha kerajinan batik Lebak tumbuh dan berkembang, termasuk produksi batik Lebak Chanting Pradana. Pemerintah daerah mendorong kerajinan batik Lebak dapat menjadi andalan ekonomi masyarakat. “Kami terus mengoptimalkan promosi, terlebih Lebak difokuskan pengembangan destinasi wisata,” ujar Dedi. (Lugay)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here