Batik Khas Kota Serang Jadi Seragam ASN

SERANG, (KB).- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang berencana untuk menjadikan motif batik khas Kota Serang jadi seragam, baik di lingkungan pemerintahan maupun pendidikan di Kota Serang. Hal tersebut merupakan salah satu upaya mengenalkan budaya dan motif batik khas Kota Serang.

Sebelumnya, pada 2019 Surat Keputusan (SK) Wali Kota Serang Nomor 430/Kep. 187 Huk/2019 tentang Penetapan Motif Batik Kota Serang telah tersusun dan resmi ditetapkan, menjadi Peraturan Wali Kota Serang (Perwal) Nomor 40 Tahun 2019 tentang Pemanfaatan Motif Batik Khas Daerah.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dindikbud Kota Serang Evie Shofiyah Usman mengatakan, pihaknya berkeinginan untuk menjadikan motif batik khas Kota Serang sebagai seragam aparatur sipil negera (ASN) dan sekolah di satuan pendidikan. Baik taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP) negeri yang ada di Kota Serang.

“Tentu, kami pun berencana untuk itu, agar mereka para pelajar maupun pegawai pemerintahan menggunakan motif batik Kota Serang, supaya secara filosofi mereka mengenal budaya Kota Serang. Mengenal motif paduraksa, karena itu berasal dari sejarah dan masuk dalam cagar budaya,” katanya, Senin (24/2/2020).

Motif batik khas Kota Serang tersebut, dia menjelaskan, berasal dari kebudayaan, sejarah, dan makanan khas Kota Serang yang dituangkan menjadi motif batik.

“Ada enam motif batik khas Kota Serang, yaitu motif sate bandeng, paduraksa, seribu bedug, al madad, sawung patok, dan motif menara. Jadi, batik ini adalah identitas Kota Serang,” ujarnya.

Selain itu, dia mengajak seluruh masyarakat, khususnya Kota Serang untuk sama-sama mengimplementasikan budaya pakai batik khas daerah.

“Jadi, semua masyarakat pun harus turut andil dalam implementasi ini. Sebab, motif batik ini diambil dari berbagai ciri khas dan kearifan lokal Kota Serang. Mulai dari makanan hingga budayanya,” ucapnya.

Kepala Dindikbud Kota Serang Wasis Dewanto menuturkan, Kota Serang memiliki budaya yang beragam baik bahasa, sejarah, tradisi, permainan, adat, cagar, seni, dan budaya. Bahkan, pada 2019 lalu, setidaknya ada enam motif batik khas Kota Serang yang telah dipatenkan dan rencananya akan disosialisasikan untuk dijadikan seragam ASN dan satuan pendidikan.

“Sehingga, batik ini bisa dijadikan sebagai identitas batik daerah dan memiliki legalitas yang resmi. Jadi, bisa digunakan oleh pegawai di Pemerintahan Kota Serang dan juga satuan pendidikan, seperti sekolah di Kota Serang, khususnya yang negeri. Kemudian ini juga bisa menjadi sarana promosi budaya Kota Serang, sekaligus pelestarian budaya,” tuturnya.

Pemanfaatan dan penggunaan perwal motif batik di Kota Serang, kata dia, antara lain digunakan untuk promosi budaya khususnya Kota Serang. Kemudian, digunakan sebagai seragam pegawai, baik dalam kegiatan kebudayaan maupun dalam hari-hari besar nasional, seperti Hari Ibu, Hari Kartini, pawai budaya, dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Serang.

“Saya kira bisa juga dipergunakan oleh perhotelan di Kota Serang, seperti hiasan papan nama instansi, papan nama jalan atau bisa juga untuk dijadikan dekorasi acara atau panggung gembira. Kemudian, untuk fashion kostum batik daerah, kostum karnival, kriya atau suvenir hingga pameran,” katanya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here