Baru Dua Pekan di Dubai, TKI Asal Tirtayasa Dikabarkan Meninggal

SERANG, (KB).- Kaswah binti Karta (38), tenaga kerja wanita (TKW) asal Kampung Pontang Legon, RT08/RW03, Desa Pontang Legon, Kecamatan Tirtayasa dikabarkan meninggal dunia di Dubai, Uni Emirat Arab pada Kamis (13/9/2018). Kaswah baru dua pekan berada di negara tersebut, diduga meninggal akibat sakit saat berada di penampungan agen.

Saudara dari Kaswah, Humaini menuturkan, saudaranya tersebut berangkat mengadu nasib menjadi pembantu rumah tangga di wilayah Timur Tengah pada Rabu (25/7/2018), oleh calo asal Desa Alang-alang, Kecamatan Tirtayasa, kemudian disalurkan kepada agen asal Desa Kubang Puji, Kecamatan Pontang. “Informasinya korban hanya dua minggu di Dubai, seminggu di agen dan seminggu lagi kerja,” katanya, Jumat (12/10/2018).

Namun, pihak keluarga baru mendapat kabar lagi pada Ahad (23/9/2018), bahwa Kaswah telah meninggal dunia. “Katanya sih sakit, tapi diduga dianiaya, karena ada rekaman yang satu rumahnya, yang satu majikan dan memberi kabar kalau almarhum mengeluh ke majikan capek. Kemudian, selang sehari, majikan meresponsnya dengan dipulangkan ke agen, terus gak ada kabar, tahu-tahu meninggal di agen,” ujarnya.

Ia mengatakan, saudaranya tersebut diberangkatkan secara ilegal oleh agen perorangan dari Jakarta. Meski demikian, keluarga berharap, jenazahnya segera dipulangkan oleh pihak sponsor. Ia menjelaskan, keberangkatan Kaswah ke Timur Tengah memang bukan yang pertama. Sebab, sebelumnya dia sempat berangkat ke sana, namun melalui jalur legal atau resmi. “Dulu (korban) pernah berangkat resmi, kalau ini mah ilegal, kan moratorium dari 2010. Kata si sponsor sih gak pake PT, tapi langsung ke agen?,” ucapnya.

Menurut dia, mendapati Kaswah meninggal dunia, pihak agen sempat menawarkan apakah akan dimakamkan di Dubai atau dibawa pulang. Namun kemudian, pihak keluarga minta untuk dipulangkan. “Intinya pihak keluarga minta dipulangkan. Informasinya hari ini dipulangkan,” tuturnya.

Sementara, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Banten, Maftuh mengatakan, tidak mengetahui adanya TKI asal Kabupaten Serang yang meninggal dunia di Timur Tengah. “Saya tidak tahu, karena enggak lapor ke kami, ke BP3TKI juga tidak tahu,” katanya.

Sementara, saat dikonfirmasi Staf Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan di BP3TKI Serang, Clasen Tumanggor menuturkan, belum mendapatkan informasi terkait kejadian tersebut. Namun, pihaknya masih akan menunggu informasi resmi dari pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). “Kami nunggu info resminya saja dari Kemenlu pak,” ujarnya kepada Kabar Banten.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Bidang Binapenta pada Disnakertrans Kabupaten Serang, Ugun Gurmilang mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi adanya peristiwa tersebut. “Nuhun (terima kasih) infonya nanti kami akan sampaikan dulu ke pimpinan dan akan kami koordinasikan dengan BP3TKI,” ucapnya.

Meski demikian, mengingat perisitiwa serupa sering terjadi, dia menuturkan, selama ini sudah terus-menerus melakukan sosialisasi tentang penyebarluasan informasi berkaitan dengan prosedur mekanisme cara pengiriman TKI. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here