Baru 25 Persen Guru PAUD di Kota Serang Bergelar S1

SERANG, (KB).- Tercatat, sebanyak 400 lembaga atau yayasan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tersebar di 6 kecamatan di Kota Serang. Dari jumlah tenaga pengajar (guru) yang ada, hanya 25 persen di antaranya yang bergelar sarjana.

“Memang hanya sekitar 25 persen yang lulusan S1 PAUD. Selebihnya, masih di bawah S1. Jadi kan kami juga masih melihat dan menilai seperti apa kualifikasinya. Karena itu juga bergantung dari lembaga,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang Akhmad Zubaidillah, Senin (11/3/2019).

Ia mengatakan, tenaga pengajar PAUD di Kota Serang sudah sangat tercukupi. “Jumlah keseluruhannya sudah ada ribuan. Jadi, sudah sangat terpenuhi tenaga pengajarnya. Kalau Wali Kota Serang bilang sudah siap, ya tentunya kami juga siap,” ujarnya.

Ia menuturkan, Disdikbud tidak membatasi jumlah yayasan atau lembaga PAUD. “Sekitar 400 lebih lembaga PAUD yang ada di Kota Serang. Dari jumlah 400 PAUD itu kan memang sudah ideal. Tapi, memang tidak dibatasi, yang penting jaraknya tidak berdekatan,” ucapnya.

Ia mengatakan, setiap kecamatan kini sudah cukup banyak berdiri lembaga PAUD. Hal tersebut dalam rangka membangun semangat sekaligus mempersiapkan anak-anak usia dini sebelum memasuki tingkat sekolah dasar (SD).

“Jadi, oleh pemerintah pusat digalakkan PAUD ini. Lembaga PAUD yang ada di Kota Serang sudah resmi terdaftar di Dinas Pendidikan Kota Serang. Sudah banyak, hampir semuanya,” tuturnya.

Sementara, untuk biaya registrasi dan lainnya bergantung pada kebijakan lembaga PAUD itu sendiri. Dalam hal tersebut, kata dia, pemerintah hanya memberikan biaya operasional saja.

“Pokoknya Dinas Pendidikan itu tidak melarang yayasan PAUD memungut biaya pendaftaran. Kecuali sekolah negeri, seperti SD, SMP, dan SMA, itu sama sekali tidak diperbolehkan. Tapi, kalau swasta ya boleh,” ujarnya.

Meski begitu, dia menganjurkan kepada lembaga atau yayasan PAUD, agar memberikan harga yang terjangkau kepada masyarakat.

“Intinya jangan terlalu memberatkan orangtua yang hendak mendaftarkan anaknya ke PAUD. Jadi, tidak ada batasan minimal dan maksimal untuk biaya registrasi atau biaya lainnya. Jadi, rujukannya itu saja, tidak memberatkan masyarakat,” ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, PAUD dan pendidikan agama sangat penting sebagai fondasi untuk anak dan membentuk karakter anak. “Kalau wajib, aturannya memang belum ada. Tapi, pendidikan karakter sejak dini ini sangatlah penting,” tuturnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here