Bapenda dan Untirta Gelar Diseminasi Pajak

SERANG, (KB).- Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untira) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten menyelenggarakan diseminasi pajak bertemakan Bayar Pajak, Bebas Bergerak, di Auditorium B Untirta, Kamis (8/11/2018).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Untirta, Suherna mengatakan, kegiatan seminar ini untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa bahwa pajak adalah pendapatan nasional yang kedua dibandingkan dengan Migas. Artinya, kata dia, negara ini bergantung pada pajak. Ia mengatakan, pajak ini nantinya bermanfaat untuk pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

“Yang terpenting adalah manfaat dari pajak yaitu kita bisa menikmati fasilitas-fasilitas di daerah kita. Seminar ini juga dapat memberikan pengetahuan kepada mahasiswa Untirta untuk mengenal pajak, membangun kesadaran untuk pajak,” katanya kepada Kabar Banten.

Kepala Bidang (Bapenda), Abadi Wuryanto mengatakan, diseminasi pajak bertujuan menginformasikan bahwa pajak daerah itu merupakan pelaksanaan pembangunan, sebagai masyarakat dan selaku warga negara wajib untuk patuh terhadap pembayaran pajak pajak daerah.

“Seminar ini memberikan informasi tentang pajak kendaraan bermotor, pajak balik nama kendaraan bermotor, pajak air permukaan, pajak bahan bakar dan pajak rokok,” ucapnya.

Ia mengatakan, kepatuhan orang bayar pajak antara 10 sampai 40%, yaitu ada 5,1 juta unit kendaraan yang terdaftar di Provinsi Banten dan itu banyak didominasi kendaraan bermotor roda dua dan masih banyak juga sekitar 2,3 juta unit kendaraan bermotor yang belum mendaftar ulang.

“Kita sudah melakukan inovasi penelusuran data dan banyak masyarakat yang berbagai alasan. Oleh karena itu, sesuai dengan peraturan undang-undang bahwa pajak daerah itu adalah wajib bersifat memaksa dan jika tidak bayar pajak akan dikenakan sanksi yaitu denda,” tuturnya.

Ia berharap, mahasiswa Untirta sehingga dapat menginformasikan mudah-mudahan diseminasi pajak itu tahu apa manfaat dan tujuan untuk membayar pajak kendaraan bermotor khususnya dan pajak daerah lainnya dan bisa tahu berapa tarifnya dan bisa menginformasikan ke masyarakat lainnya.

“Diharapkan mahasiswa bisa menyampaikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya bayar pajak itu wajib dan tata lah untuk membayar pajak agar tidak terkena denda. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat dan bisa sadar akan wajib pajak,” katanya. (DE/MH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here