Banyak Warga di Kabupaten Serang Belum Rekam KTP-El

SERANG, (KB).- Asisten Daerah (Asda I) Pemkab Serang Asep Saefudin Mustopa mengatakan, sampai saat ini masih banyak warga yang belum perekaman tanda penduduk elektronik (KTP-el). Hal tersebut, menjadi kekhawatiran dia, sebab sebentar lagi akan dilaksanakan pilkades.

“Masih banyak, kemarin saya ada kekhawatiran setelah saya monitor ke lapangan beberapa desa dan kecamatan ternyata semua bilang masalah itu (banyak belum rekam KTP-el),” katanya kepada Kabar Banten, Jumat (4/10/2019).

Ia menuturkan, pihaknya sudah mengundang tim panitia pilkades tingkat Kabupaten Serang pada Senin (30/10/2019). Pada saat itu, pihaknya sudah bertanya pada Disdukcapil dan mereka siap menyelesaikan perekaman pada Rabu (30/10/2019).

“Mereka siap. Sekarang itu pelayanan di UPT jalan, keliling jalan, dan Dukcapil dilayani. Sehari 300-400 per hari. Banyak yang rekam katanya,” ujarnya.

Meski demikian, ucap dia, kondisi tersebut, perlu juga dicek saat pertengahan Oktober bagaimana kemampuan perekaman. Jika kemudian tidak memungkinkan untuk diselesaikan, maka harus ada kesepakatan semua pihak bagaimana solusinya.

“Kalau Disdukcapil meragukan (waktu rapat), kami akan berembuk cari alternatif apa,” tuturnya.

Sebab, lanjut mantan kepala Disdukcapil tersebut, konflik dalam pilkades salah satunya terjadi, karena faktor jiwa pilih. “Makanya, saya sudah bilang juga ke dewan dan komunikasi. Saya sampaikan, bahwa tim kabupaten pada prinsipnya siap menyelesaikan,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Serang Jajang Kusmara menuturkan, pada Ahad (3/11/2019) akan dilaksanakan pilkades. Salah satu dokumen utama yang harus dibawa ketika ke tempat pemungutan suara (TPS) atau dimiliki calon, adalah dokumen kependudukan, yakni KTP-el dan KK.

“Kalau KTP-el sekarang belum punya, selama dia sudah rekam itu diganti dengan suket (surat keterangan),” ucapnya.

Ia mengatakan, kebanyakan yang belum melakukan perekaman, yakni para pemula atau pemilih yang usianya menginjak 17 tahun saat Ahad (3/11/2019). Saat ini, pihaknya sudah mengimbau kepada mereka, agar segera melakukan perekaman di UPT, kecamatan atau di Disdukcapil.

“Sehingga, setelah perekaman, dia akan dapat suket, karena blangko KTP-el terbatas,” tuturnya.

Ia menuturkan, saat ini pihaknya banyak menerima pengajuan perekaman. Jika dihitung sejak pascapemilu, jumlah print ready record (PRR) di Kabupaten Serang sudah mencapai 30.000. Mereka semua sudah diberikan suket.

“Sekarang sedang berlangsung perekaman di Baros selama empat hari, seperti di Desa Baros teridentifikasi ada 156 orang pemula,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here