Banyak UMKM Banting Setir Jual Masker

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Serang mendata bahwa saat ini banyak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memilih banting setir menjual masker. Hal tersebut dilakukan karena saat ini produksi maupun penjualan produk mereka yang sebelumnya menurun drastis.

Kepala Bidang (Kabid) UMKM Diskoperindag Kabupaten Serang Vita Agustini mengatakan, adanya pandemi Covid-19 ini berdampak besar pada produksi maupun penjualan UMKM di Kabupaten Serang. Sehingga, terpaksa mereka melakukan penyesuaian dalam berjualan. Mereka memilih banting setir untuk menjual masker hingga hand sanitizer.

“Semua terdampak, banyak UMKM yang akhirnya memilih menjual masker dan hand sanitizer karena produksi menurun,” kata Vita kepada wartawan, Kamis (2/4/2020).

Hal tersebut dilakukan karena para UMKM memiliki cicilan ke bank dan mereka memiliki kewajiban untuk tetap membayar. Adapun tunggakan tersebut merupakan modal yang digunakan mereka untuk membuka usaha atau membeli bahan produksi. Selain itu, mereka juga sempat meminta rekomendasi untuk penangguhan pembayaran.

“Jadi mereka harus bisa bertahan hidup, karena kan punya cicilan juga ke bank. Mereka juga sempat meminta rekomendasi penangguhan pembayaran cicilan tersebut,” ujarnya.

Dia menuturkan, saat ini Disperindagkop Kabupaten Serang juga telah melakukan koordinasi dengan perbankan untuk hal tersebut. Namun, pihak bank pada prinsipnya tidak bisa memberikan penangguhan tetapi akan diberikan pengurangan jumlah cicilannya. Sebab, perbankan juga mengikuti kondisi yang terjadi saat ini dan sebagai upaya meringankan UMKM.

“Kami juga sudah koordinasi dengan perbankan. Pada prinsipnya penangguhan tidak tapi ada pengurangan. Jadi terbantu juga,” ucapnya.

Dia menjelaskan, adanya perubahan produk yang diproduksi oleh mereka akan terus dilakukan sampai kondisi membaik. Sebagian UMKM yang biasa memproduksi kue, saat ini mengikuti kebutuhan masyarakat dengan menjual masker sampai hand sanitizer.

“Pedagang sayur juga yang masih UMKM sekarang jual sayurnya keliling, biasanya di pasar. Jadi banyak yang mengalihkan penjualannya,” katanya. (Tresna Mulyanawati)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here