Banyak Ruang Terbuka Hijau Beralih Fungsi

Kondisi taman di Kawasan Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Kota Serang memiliki 33 ruang terbuka hijau (RTH) sebagaimana tertuang dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW). Namun, kondisinya kini tidak berfungsi semestinya, banyak RTH yang sudah beralih fungsi menjadi tempat usaha, seperti Kawasan Stadion Maulana Yusuf Ciceri dan Taman Sari. Dari 33 RTH di Kota Serang, di antaranya Ciceri Bunderan, Taman Kopassus, Taman K3 Ciceri, dan beberapa taman lainnya.

Pantauan Kabar Banten, RTH Kawasan stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang kini sudah banyak dipenuhi para pedagang kaki lima (PKL) layaknya sebuah pasar. Kemudian, Taman K3 di Jalan Jenderal Sudirman, Ciceri dan Taman Sari juga tidak optimal fungsinya sebagai taman. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Serang, Hidayat menuturkan, bahwa RTH di Kota Serang banyak berubah fungsi. Padahal, menurut dia, Kota Serang sudah memiliki 33 taman kota.

“Iya betul (beralih fungsi), seperti Taman Sari kan itu RTRW-nya masih RTH ya. Tapi, ke sininya digunakan oleh kuliner dan penampungan PKL,” katanya, Rabu (11/4/2018). Ia mengatakan, ke depan harus dilakukan revitalisasi pada RTH yang beralih fungsi tersebut. Namun, saat ini, menurut dia, Perkim masih terkendala anggaran. “Kami menyangkut anggaran ya (revitalisasi) sebenarnya kalau cita-cita mah tinggi, setinggi langit malah,” ucapnya.

Ia menuturkan, saat ini pemkot sedang mengupayakan membangun RTH di kecamatan-kecamatan. Sehingga, pembangunan tidak terpusat hanya di wilayah Kota Serang. “RTH itu kami sebar di kecamatan-kecamatan tidak terpusat di wilayah Kota Serang saja. Sekarang ini 2018 baru membuat RTRW RTH di kecamatan,” tuturnya.

Ia mengatakan, Perkim sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait, seperti Satpol PP untuk menyikapi keberadaan PKL. Namun, memang kendala yang dihadapi, yakni ketidaksiapan PKL untuk direlokasi ke tempat yang sudah direncanakan. “Jadi gini pemkot sudah menyediakan penampungan di Kepandean. Tapi, minat untuk pindah ke sana sulit sekali,” ujarnya. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here