Banyak Pilih Turun Kelas BPJS Kesehatan, Dewan Anggap Daya Beli Masyarakat Turun

SERANG, (KB).- Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang menganggap, saat ini daya beli masyarakat terhadap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mulai menurun. Hal tersebut dikarenakan naiknya iuran kepada masyarakat.

Hal tersebut dilihat dari banyaknya masyarakat yang mengajukan penurunan kelas untuk pelayanan kesehatan.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang Sujai A Sayuti menjelaskan, selama ini pihaknya keberatan dengan rencana adanya kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Apalagi saat ini daya beli masyarakat mulai menurun. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya peserta yang memilih turun kelas.

“Adanya penurunan kelas, karena tidak mampu bayar, itu menandakan daya beli masyarakat menurun,” katanya kepada Kabar Banten, Selasa (10/12/2019).

Apalagi, lanjut dia, saat ini masih banyak pengangguran yang ada di tiap daerah. Selain itu, banyak masyarakat yang menjadi dibebankan, karena adanya kenaikan iuran BPJS Kesehatan dua kali lipat, sehingga wajar banyak peserta yang memilih turun kelas dari kelas I ke kelas II atau kelas II ke kelas III dan lainnya.

“Ini kan memberatkan juga buat masyarakat terutama masyarakat kecil. Anggaran kami juga kan hanya untuk PBI (penerima bantuan iuran) saja,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, BPJS Kesehatan merupakan produk pusat dan tentunya kebijakannya juga ada di pusat, bukan di daerah, sehingga pihaknya tidak dapat mengintervensi Pemerintah Pusat.

“Kami sebagai anggota DPRD yang ada di daerah tidak bisa mengintervensi Pemerintah Pusat, karena bukan ranah kami,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Serang Sofyeni menuturkan, peserta yang ada di kabupaten/kota Serang hampir setiap hari mengajukan untuk pindah kelas. Hal tersebut, karena adanya penyesuaian iuran BPJS Kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat yang akan mulai berlaku per 1 Januari 2020.

“Di Kabupaten/Kota Serang setiap hari warganya mengajukan untuk pindah kelas. Ada yang dari kelas I ke kelas II, ada juga kelas II ke kelas III dan kelas I ke kelas III,” katanya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here