Banyak Guru Alih Profesi

CILEGON, (KB).- Tenaga pengajar atau guru di Kota Cilegon saat ini jumlahnya belum sesuai dengan kebutuhan. Apalagi kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya guru yang beralih profesi setelah memasuki usia pensiun.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cilegon Wandi Wahyudin, mengatakan, saat ini di Kota Cilegon terdapat sekitar 2.500 guru yang tercatat sudah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Wandi, jumlah guru sebanyak itu, belum semuanya memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di Kota Cilegon. Apalagi belakangan ini banyak guru yang beralih profesi. Sebabnya karena mengikuti sertifikasi, maka bisa mengajar di mata pelajar lain. Sertifikasi, kata dia, memang hak guru, dan itu banyak terjadi di Kota Cilegon.

Idealnya dalam satu sekolah terdapat 6 kelas dengan jumlah kebutuhan tenaga pengajar 6 guru kelas dua guru mata pelajaran dan satu kepala sekolah. Namun di Kota Cilegon saat ini banyak sekolah yang jumlah muridnya lebih dari 6 rombongan belajar (Rombel).

Karena itu  pihaknya terus berupaya agar dapat dibantu dalam penambahan guru di Kota Cilegon dengan cara mengajukan usulan yang dilengkapi  data kebutuhan tenaga pengajar di Kota Cilegon kepada pihak pemerintah daerah. Ia berharap, dengan adanya perekrutan Calon Aparatur Sipil Negeri (CASN) tahun ini dapat  menambah kebutuhan guru di Kota Cilegon.

Wandi menuturkan, berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon penerimaan CASN tahun ini yang disetujui oleh pemerintah pusat tidak sesuai dengan kebutuhan yang diajukan oleh Pemerintah Kota Cilegon.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cilegon Muhtar Gojali mengatakan, untuk keputusan penambahan CASN saat ini bukan lagi kewenangan pemerintah daerah, tapi kewenangan pemerintah pusat. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here