Banyak Formasi CASN Terancam Kosong, Kab/Kota di Banten Ajukan Sistem Rangking

SERANG, (KB).- Sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Banten mengajukan sistem rangking kepada Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB). Sebab, banyak formasi terancam kosong menyusul rendahnya tingkat kelulusan seleksi kompetensi dasar (SKD) yang menggunakan system passing grade.

Di Kota Serang, tingkat kelulusan seleksi kompetensi dasar (SKD) tak memenuhi target yang diberikan pemerintah pusat. Dari target 181 orang, hanya 85 orang yang lolos seleksi SKD,” kata Kepala Bidang (Kabid) Administrasi Kepegawaian pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang, Ujang Supriyadi, Jumat (16/11/2018).

Dia mengatakan, terdapat 2.984 peserta yang mengikuti SKD dari 3.217 peserta yang mendaftar di Kota Serang. Sementara, jumlah peserta yang tidak hadir pada SKD kemarin sebanyak 233 orang. Kurangnya jumlah peserta dibandingkan kuota, kata dia, akan disampaikan ke Kemenpan dan RB.

Setelah itu, pihaknya akan menunggu keputusan pemerintah pusat terkait hal itu. “Nanti kami sampaikan ke pusat, jadi keputusannya ya saya juga tidak tau akan seperti apa. Nunggu dari pusat saja,” ujarnya.

Sementara, banyaknya peserta yang tidak lolos tersebut dinilai karena kemampuan dari masing-masing peserta. Sehingga, ia tidak dapat memastikan alasan ketidaklulusan peserta tersebut. “Dari 85 orang yang lolos passing grade itu pelamar umum dan tenaga honorer kategori dua (K2),” ucapnya.

Menurutnya, passing grade untuk pelamar umum yakni 298. Sedangkan untuk K2 di bawahnya, dari 85 orang yang lolos passing grade tersebut belum dapat diketahui dari berapa formasi. “Formasi yang belum terisi juga saya belum tau,” kata Ujang.

Dia mengatakan, pihaknya akan membahas usulan kepada Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) terkait formasi yang tidak ada peserta lolos passing grade. Secara logika, kuota 181 sementara yang lulus 85, kemungkinan ada formasi yang kosong sangat besar.

Pihaknya akan membuat surat ke Menpan dan RB yang tanda tangan Penjabat Wali Kota Serang. “Suratnya itu berisi permohonan pertimbangan atau solusi untuk formasi yang tidak ada yang lulus passing grade,” katanya.

Begitu juga di Kabupaten Serang, yang tingkat kelulusannya juga rendah. Dari 9.995 peserta yang mengikuti SKD melalui sistem Computer Assisted Test (CAT), hanya 195 orang yang lulus passing grade. Sedangkan yang tidak hadir mencapai 426 orang peserta.

Kasubag Data dan Informasi pada BKPSDM Kabupaten Serang, De Safari Natadikarya mengatakan, hingga hari terakhir pelaksanaan CAT pada Kamis (8/11), 195 orang yang lulus passing grade dari 9.995 peserta. “Total yang hadir 9.569 peserta, yang tidak hadir mencapai 426 orang,” ujarnya, Jumat (9/11/2018).

Deden mengatakan, untuk saat ini tim pansel sedang melakukan rapat. Rapat tersebut membahas tentang minimnya peserta yang lolos. “Belum tahu juga formasi mana yang paling banyak, soalnya Pansel masih rapat,” ucapnya.

Terbanyak

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri mengaku bersyukur jumlah pendaftar CASN di Kabupaten Serang terbanyak di antara kabupaten/kota lain se-Banten.

“Dari 12.040 yang daftar 9.995 memenuhi syarat. Dari jumlah itu ada sekitar 400 yang enggak hadir, dari sana selama sebelas hari hanya 195 yang lulus passing gradenya. Sedangkan kuota 422 orang jadi tidak terpenuhi,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Entus, pihaknya dari Pemkab Serang berharap ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk menggunakan data CAT berdasarkan rangking. “Kenapa demikian, karena data ini sudah ada di publik. Sehingga kalau dirangking nilai keadilannya akan terpenuhi dan rangking ini untuk masing masing formasi,” katanya.

Dengan demikian, dari rangking itu mereka akan masuk ke seleksi lanjutan di SKB. “Mudah-mudahan ini diamini oleh pemerintah pusat atau Panselnas. Kalau usulan dari kemarin sudah disampaikan kepada Panselnas, BKN dan BPKP yang memantau jalannya seleksi di Kabupaten Serang. Nanti akan tertulis juga,” ucapnya.

Ia mengatakan, fenomena banyaknya yang tidak lulus passing grade ini terjadi secara nasional. Ia menduga, standar yang diberlakukan terlalu tinggi. “Yang jelas ini secara nasional hampir tidak ada daerah yang terpenuhi kuotanya. Bahkan ada yang diluar Jawa satu pun enggak lulus,” tuturnya.

Namun yang membanggakan, kata Entus, dari sisi penyelenggaraan Kabupaten Serang mendapatkan apresiasi dari BPKP dan BKN. “Kita lebih tertib dan teratur pelaksanaanya,” ucapnya.

Di Kota Cilegon, bahkan 93 orang pelamar yang dinyatakan lolos passing grade atau memenuhi nilai ambang batas SKD. Sementara, jumlah peserta yang mengikuti seleksi mencapai 2.913 pelamar. Sejumlah formasi, juga lowong tanpa pelamar.

Peluang Pemkot Cilegon untuk mendapatkan 230 CASN pun dipastikan tidak akan terealisasi. Padahal, penambahan jumlah SDM itu diharapkan mampu mengatasi persoalan SDM yang kekurangan akibat banyaknya ASN yang sudah memasuki masa pensiun. Pada tes SKD tersebut, tercatat 2.820 orang yang menjadi peserta. Sedangkan formasi yang tersedia sebanyak 221. Dengan melihat jumlah yang lolos tahapan SKD, kekurangan ketersediaan formasi pun lebih dari 50 persen.

“Jumlah yang lulus itu keseluruhan yah, termasuk yang K2 (honorer katehori dua) dan disabilitas. Ini baru rekap keseluruhan,” ucap Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon, Mahmudin kepada Kabar Banten, belum lama ini.

Perbedaan data

Sementara itu, perbedaan data jumlah peserta yang dinyatakan lulus SKD ditemukan di Kebupaten Pandeglang. Perbedaan data tersebut terlihat dari perhitungan manual BKD Pandeglang, peserta yang lulus hanya berjumlah 83 orang. Sementara dari data hasil tes CAT di SSCN BKN berjumlah 95 orang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta mengatakan, menemukan ada perbedaan data jumlah peserta yang dinyatakan lulus SKD. Meski demikian, kata dia, BKD akan mengecek kembali datanya.

Selain itu, BKD akan sedang berkoordinasi dengan penyelenggara CASN, karena hasil penghitungan secara manual tidak sama dengan hasil online di SSCN BKN. “Kemarin sore kami koordinasi dengan pihak penyelenggara dan setelah dicek umlah peserta yang lolos tidak valid,” kata Kepala BKD Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta, Jumat (16/11/2018).

Ia mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab tidak samanya data manual BKD dengan BKN. Padahal, peserta yang ikut tes tidak 100 persen atau tidak maksimal, karena ada beberapa peserta tidak ikut tanpa keterangan.”Kami masih terus berkoordinasi dengan panitia penyelenggara. Memang ada beberapa peserta yang tanpa keterangan tidak mengikuti salah satu sesi,” katanya.

Di Kabupaten Pandegleng sendiri, ribuan pelamar tes CASN dinyatakan gugur karena nilai tesnya tidak memenuhi standar kelulusan. Berdasarkan data di BKD, dari 2.800 pelamar yang dinyatakan lulus SKD, hanya sekitar 83 orang yang nilainya memenuhi standar kelulusan. Sedangkan jumlah kuota yang dibutuhkan untuk Pandeglang 427 orang. Selain itu, ada beberapa formasi yang kosong atau tidak ada pelamarnya. (TIM KB)*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here